Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tutup Celah Mafia Tanah, Implementasi Sertifikat Elektronik Dipercepat

Tutup Celah Mafia Tanah, Implementasi Sertifikat Elektronik Dipercepat
Ilustrasi sertifikat tanah

MURIANEWS, Jakarta – Sebagai upaya untuk menutup celah para mafia tanah, Menteri ATR/ BPN Hadi Tjahjanto meminta kepada anak buahnya agar implementasi sertifikat elektronik dipercepat.

Menurutnya, selama proses penerbitan sertifikat tanah masih menggunakan cara konvensional, maka akan beresiko munculnya mafia tanah.

Selain itu, peralihan bentuk sertifikat tanah dari sebelumnya konvensional ke elektronik ini merupakan salah satu upaya digitalisasi layanan pertanahan.

”Saya minta secepatnya sudah ada Kantor Pertanahan yang bisa kita jadikan percontohan dalam hal digitalisasi tersebut,” ujar Hadi, dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/6/2022).

Baca: Tim Pemberantasan Mafia Tanah Grobogan Dibentuk 

Hadi menambahkan, dengan sertifikat elektronik lebih bisa menghindari pemalsuan dari mafia tanah yang saat ini sangat meresahkan bagi masyarakat.

”Selain untuk meningkatkan keamanan dari mafia tanah, sertifikat elektronik merupakan mitigasi terhadap bencana alam serta mampu meminimalisir kehilangan arsip,” tandasnya.

Hal ini juga sejalan dengan misi percepatan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Targetnya pada 2025 seluruh bidang tanah Indonesia telah terdaftar.

Agar masyarakat memiliki kepastian hukum atas haknya serta mampu menyelesaikan berbagai konflik pertanahan. Seperti tumpang tindih, termasuk juga mafia tanah.

”Jika seluruh tanah terdaftar, masyarakat tidak perlu khawatir konflik, karena ada tanahnya, ada ukurannya, ada sertipikatnya,” pungkasnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...