Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kemenkes Catat 1,7 Juta Balita Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Bahaya?

Kemenkes Catat 1,7 Juta Balita Belum Imunisasi Dasar Lengkap, Bahaya?
Ilustrasi Imunisasi (Pixabay)

MURIANEWS, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada sebanyak 1,7 juta balita di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Hal ini berlangsung selama pandemi Covid-19 melanda Tanah Air.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehataan RI, DR dr Maxi Rein Rondonuwu, DHSM mengatakan, program imunisasi dasar kita juga ikut terdampak selama dua tahun lebih saat pandemi Covid-19 melanda berbagai negera termasuk Indonesia.

”Dari penurunan cakupan (imunisasi dasar lengkap) ini tentu akan punya dampak dan sudah mulai ya,” kata Maxi, dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/6/2022).

Wilayah yang memiliki jumlah terbanyak belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi Covid-19 ini adalah Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Bara dan DKI Jakarta.

Baca: Imunisasi 63 Ribu Balita di Pati Tertunda

Chairman Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (Peralmuni), Prof DR dr Iris Rengganis Sp.PD,K-AI mengatakan, pada dasarnya imunisasi berfungsi meningkatkan kekebalan seseorang terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

”Dewasa dan anak-anak membutuhkan imunisasi agar lebih sehat,” jelas Iris.

Ia menambahkan, tujuan imunisasi tentu semakin banyak yang menerima imunisasi akan mendukung terbentuknya kekebalan kelompok atau Herd Immunity. Jika Herd Immunity itu terbentuk, maka akan membantu meminimalisir terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) dari penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I).

Pemberian imunisasi dasar seperti Hepatitis B, BCG, Polio, Pertusis, Difteri, Campak, Tetanus, dan Rubela terbukti dapat melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya tersebut.

Baca: Imunisasi Bayi di Karanganyar Ditolak Warga, Ketua PKK: Tersebar di 17 Kecamatan

Maxi menyampaikan, saat ini saja kejadian luar biasa dari sejumlah penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi sudah terjadi di Indonesia.

”Sudah mulai terasa dan sudah mulai terjadi yaitu adanya kejadian luar biasa (KLB) terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” kata Maxi.

Maxi pun menyebutkan, penyakit yang saat ini sudah terjadi KLB di Indonesia yakni Campak, Rubella dan Difteri.

Oleh karena itu, Maxi mengingatkan penting sekali bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menutupi kesenjangan penerimaan imunisasi dasar lengkap ini.

”Kita harus ingat kembali bahwa bila kesenjangan imunitas kita tidak tertutup, maka akan terjadi peningkatan kasus dan yang menjadi beban kita berada di tengah-tengah risiko potensi gagal mencapai target imunisasi Campak-Rubella di tahun 2023,” kata dia.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...