Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO JATIM

Kader Ansor di Madura Bikin Usaha Kacang Mete, Sebagian Hasilnya Disumbangkan ke Organisasi

Kader Ansor di Madura Bikin Usaha Kacang Mete, Sebagian Hasilnya Disumbangkan ke Organisasi
Foto: Kader Ansor di Kabupaten Sampang Madura Abd Rohim bikin usaha kacang mete (NU Online Jatim/istimewa)

MURIANEWS, Sampang – Datangnya pandemi Covid-19 sejak dua tahun lalu membawa banyak dampak cukup besar di sektor ekonomi. Di mana, banyak pelaku usaha yang terpuruk hingga gulung tikar.

Salah satu upaya untuk bangkit adalah menggencarkan ekonomi kreatif. Seperti yang dilakukan Abd Rohim, Ketua Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Paopale Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang. Madura, Jawa Timur.

Di mana, ia kini memiliki produksi usaha kacang mete yang diberi label ‘Sultan’. Produk kacang mete Sultan merupakan produksi UMK desa setempat itu tersedia dalam banyak varian rasa.

Baca juga: Ketahui, Sejarah dan Daftar Ketua Umum GP Ansor dari Awal hingga Sekarang

Di antaranya, original, balado, dan kribo renyah. Abd Rohim mengatakan, alasan diberi nama Sultan karena bahan bakunya relatif mahal, yakni kisaran Rp 100 ribu lebih per satu kilogram.

Dikutip dari laman NU Online Jatim, Selasa (28/6/2022), dalam merintis usaha ini, ia dibantu oleh istrinya, Lindasari, dan 10 tenaga pengupas paruh waktu lainnya.

Abd Rohim mengaku pada mulanya dirinya seorang pedagang kacang mete mentahan yang dipasok ke berbagai daerah, baik dalam bentun kiloan atau pun ton. Ia mengaku, kacang mete gelondongan (belum dikupas) itu diperoleh dari petani mete setempat dan dari luar Madura.

Menurutnya, inisiatif beralih menjual kacang mete Sultan dalam bentuk kemasan tersebut karena pemasarannya lebih simple dan jangkauan lebih mudah serta diminati kaum milenial. Sedangkan untuk kacang mete mentahan minimal dapat dijual setengah kilogram seharga Rp 100 ribu hingga Rp 130 ribu.

”Kemasan produk tersebut dengan berat bersih 50 gram dibanderol harga Rp 15 ribu. Hal itu agar lebih praktis dan dapat dibeli konsumen menengah ke bawah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, usaha yang dilakukan Abd Rohim ini juga untuk meningkatkan produktifitas yang otomatis dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja. Apalagi kacang mete merupakan komoditas pokok di Desa Paopale Daya.

Dalam mekanisme penjualannya, Abd Rohim memanfaatkan market digital serta melibatkan anggota PR GP Ansor Paopale Daya. Dalam setiap penjualan, 10 persen hasilnya disumbangkan ke Ansor setempat.

“Merupakan keharusan bagi saya untuk berbagi keuntungan dalam kerja sama dengan Ansor Paopale Daya, utamanya pengurus bidang departemen ekonomi,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap, usahanya tersebut ke depan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. ”Semoga pula dapat menginspirasi para pemuda-pemuda desa untuk berwirausaha,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: jatim.nu.or.id

Comments
Loading...