Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengisi Daya Baterai Mobil Listrik Pakai Fast Charging, Ini yang Perlu Diwaspadai

Mengisi Daya Baterai Mobil Listrik Pakai Fast Charging, Ini yang Perlu Diwaspadai
Foto: Ilustrasi (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus – Mengisi daya baterai mobil listrik bisa dilakukan dengan  fast charging kini sudah ada di Indonesia. Pasalnya, fast charging yang memiliki keunggulan dapat melakukan pengisian daya mobil listrik jauh lebih cepat.

Namun hal yang patut diwaspadai dari menggunakan fast charging untuk mobil listrik adalah baterai cepat panas.

Mengutip dari Gridoto.com, alat fast charging mempunyai arus listrik DC yang besar dengan tegangan tinggi yang menghasilkan temperatur lebih tinggi. Panas dari arus listrik itulah yang terserap oleh baterai saat melakukan charging.

Baca juga: Berapa Biaya Cas Mobil Listrik dan Bagaimana Cara Mengisinya? Ini Penjelasannya

”Alat fast charging memiliki arus listrik DC yang besar dengan tegangan tinggi,” terang Bonar Pakpahan, Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMID).

“Besarnya tegangan arus listrik menghasilkan temperatur yang lebih tinggi juga,” terusnya.

Panas dari arus listrik akan ikut diserap oleh baterai ketika melakukan charging. Inilah yang membuat kondisi baterai jadi memanas setiap kali proses charging.

Walau terdapat proteksi modul charging agar tidak sampai penuh, namun jika panas yang diterima berkelanjutan akan memperpendek usia sel baterai. Hal ini dikarena baterai mobil listrik menggunakan lithium-ion punya batas temperatur dan siklus charging.

Mobil listrik disarankan untuk mengisi baterainya menggunakan arus listrik AC 220V dari stop kontak atau wall charger. Arus listrik AC disarankan untuk digunakan saat pengisian baterai karena tidak memiliki tegangan tinggi sehingga panas yang dihasilkan rendah dan stabil. Hal tersebut akan baik untuk usia baterai mobil listrik.

Meski tidak secepat fast charger, namun pemilik mobil listrik dapat menyiasatinya jika memang kendaraan dipakai harian. Mobil dapat diisi baterainya ketika malam hari atau saat tidak dipakai.

 

 

Penulis: Loeby Galih Witantra
Editor: Dani Agus
Sumber: gridoto.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.