Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ruangan Tempat Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Perawat di Jepara Ternyata…

Ruang Pasien Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Perawat Ternyata…
Suasana Ruangan Kemuning di RSUD RA Kartini Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Publik Jepara, Jawa Tengah digegerkan kabar dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang oknum perawat di RSUD RA Kartini. Kabar itu mencuat dari cuitan @UpWanita yang mengaku jadi korbannya.

Pihak RSUD RA Kartini Jepara pun menyangkal tuduhan akun Twitter @UpWanita tersebut. Mereka mengaku sudah melakukan investigasi secara internal untuk menelusuri kebenarannya.

Dari keterangan tim investigasi internal RSUD RA Kartini, terduga pelaku FA sudah bekerja sejak 2017 di Ruang Kemuning. Ruang yang berada di bangunan paling belakang kompleks RSUD RA Kartini itu diduga jadi tempat kejadian kasus tersebut.

Baca: RSUD Kartini Jepara Tepis ada Pelecehan Seksual Kepada Pasien

Direktur RSUD RA Kartini, dr Vita Ratih Nugraheni mengatakan, Ruang Kemuning merupakan ruangan kelas tiga. Dalam ruangan itu terdapat 32 tempat tidur. Masing-masing lokal ruangan terdapat tujuh tempat tidur.

Pantauan Murianews, tiap tempat tidur perawatan pasien di ruangan itu pun hanya disekat tirai. Tiap bed jaraknya pun cukup berdekatan.

Sementara, di bagian depan, terdapat ruang administrasi dan sampingnya ada seorang petugas keamanan. Selain itu, di atas pintu pada bagian dalam ruangan juga terdapat sebuah kamera pemantau.

Tak hanya itu, setiap lokal ruangan pasien juga dilengkapi kamera pemantau. Namun, yang ada di ruang pasien itu khusus untuk internal pihak rumah sakit.

Pihaknya menyebut, dalam satu shift, karyawan yang bertugas ada empat tenaga kesehatan. Tiga perawat perempuan dan satu perawat laki-laki.

Vita menyebut tidak ada pengkhususan penugasan perawat sesuai dengan gender pasien. Penyesuaian pasien dan perawat sesuai gender dilakukan ketika ada masalah yang sangat privasi dari pasien.

Dijelaskannya, pihaknya juga menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) di setiap ruang perawatan. Di mana, setiap pasien hanya boleh ditunggui satu orang keluarga atau kerabat pasien. Jadi, pihaknya menyangsikan kabar dugaan tindakan pelecehan seksual itu.

”Karena Ruangan Kemuning itu selalu penuh,” ujar Selasa (28/6/2022).

Di samping itu, Vita kesulitan mendapatkan informasi detail terkait dugaan pelecehan seksual tersebut. Pasalnya, akun @UpWanita yang memposting pengalaman buruknya itu tidak menyertakan identitas, waktu dan tempat kejadian.

”Permasalahannya adalah kami tidak tahu pemilik akun itu. Apakah benar dia pasien di sini, atau tidak. Pernah di rawat di sini atau tidak,” kata Vita.

Jika terduga korban menyertakan identitas, lanjut Vita, pihaknya akan lebih mudah dalam melakukan investigasi. Sebab, Vita tidak mungkin membuka semua rekam medis tanpa kata kunci atau petunjuk tertentu.

”Kami butuh kejelasan, kepastian dan identitasnya (terduga korban, red),” tegas Vita.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.