Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kejuaraan Tenis Meja ASEAN

Bermaterikan Pemain Muda, Timnas Tenis Meja Raih 7 Perunggu di Bangkok 

Tenis Meja ASEAN
Timnas Tenis Meja Indonesia Putri. (Murianews/Budi erje)

MURIANEWS, Bangkok – Kiprah para pemain Timnas Tenis Meja Indonesia di Kejuaraan ASEAN di Bangkok, berakhir Senin (27/6/2022). Menyusul kekalahan ganda putra Hafidz Nuur-Rafanael dari pasangan Singapura, maka sudah tidak ada lagi wakil dari Indonesia yang bertanding.

SEATTC 2022 sendiri, baru akan berakhir pada Selasa (28/6/2022) malam besok. Seluruh pertandingan final akan dilaksanakan secara ekslusif untuk kejuaraan level senior se-ASEAN ini. Setelah itu akan dilanjutkan dengan ceremony medal, yang akan menjadi penutup perhelatan ini.

Timnas Tenis Meja Indonesia, yang hadir sejak 17 Juni 2022 di Bangkok, mengikuti dua turnamen sekaligus. Pekan pertama mereka mengikuti kejuaraan untuk level Kadet dan Junior. Hasilnya, 4 medali perunggu berhasil di dapatkan Timnas Tenis Meja Indonesia.

Baca: Bawa Pulang 4 Perunggu, Ini Kata Pelatih Timnas Tenis Meja Indonesia

Medali perunggu tersebut dipersembahkan tim Kadet Putri, Tim Kadet Putri, Tim Junior Putri dan Tunggal Junior Putri, atas nama Siti Aminah. Kemudian di turnamen level senior, dengan materi pemain-pemain Junior, Timnas Indonesia berhasil meraih 3 medali perunggu.

Medali perunggu untuk kejuaraan level senior, dipersembahkan dari Tim Putra, Tim Putri dan Ganda Putra atas nama Hafidz Nuur-Rafanael Niman. Pencapaian ini termasuk tidak terlalu buruk, mengingat materi pemain yang dibawa merupakan pemain-pemain muda.

Dari dua turnamen tenis meja se-Asia Tenggara yang digelar di Bangkok ini, Thailand dan Singapura mendominasi. Kemudian disusul Malaysia, Vietnam, Filipina dan Indonesia yang memiliki kualitas pemain hampir sama.

Tim Thailand, bisa dikatakan turun dengan pemain-pemain yang sudah mereka bina sejak 2018 lalu. Hal yang sama juga berlaku bagi Singapura dengan pemain-pemain naturalisasi di bagian putri. Malaysia dan Filipina juga menggunakan pemain-pemain yang sama sejak 2018 lalu. Dari mereka, hanya ada beberapa tambahan satu dua pemain baru.

Baca: Timnas Tenis Meja Indonesia hanya Sisakan Tiga Wakil di SEATTC 2022

Sementara Vietnam, datang dengan materi pemain yang sebelumnya sempat ‘mengejutkan’ di arena SEA Games, juga datang dengan pemain yang sama. Sedangkan Indonesia, datang dengan menggunakan pemain-pemain yang baru sama sekali.

Pemain-pemain yang dibawa ke Bangkok, merupakan pemain-pemain yang baru pertama turun di kejuaraan SEATTA. Sehingga perolehan 7 medali perunggu, dianggap sebagai sesuatu yang tidak terlalu buruk.

Pelatih Timnas Tenis Meja Indonesia, Lee Kim Wong menyatakan, hasil yang diraih di Kejuaraan Tenis Meja ASEAN sudah maksimal. Baik di SEAJCTTC 2022 maupun di SEATTC 2022, menurutnya sudah maksimal.

Baca: Kalah dari Singapura, Timnas Putri Indonesia Gagal ke Final

Di tengah situasi yang terjadi, apa yang ditampilkan para pemainnya, sudah maksimal. Pemain-pemain Timnas Indonesia menurutnya masih bisa ditingkatkan kemampuannya, mengingat mereka masih muda. Namun semua kembali pada kemauan dan tekat mereka, serta pembinaan yang dilakukan.

”Pemain-pemain ini memiliki prospek yang bagus. Saya hanya bisa katakana itu. Asalkan terus didukung dan diberikan kesempatan, mereka bisa berkembang lebih baik,” ujar Lee Kim Wong, Selasa (28/6/2022).

Sementara itu, Asisten Lee Kim Wong, di Timnas Indonesia, Dony Preasetya Aji menyatakan, pemain-pemainya masih butuh perhatian lebih panjang lagi. Mereka masih memerlukan banyak pelatihan dan kesempatan untuk bertanding.

Pemain-pemain Timnas Indonesia yang terjun di Kejuaraan ASEAN yang digelar SEATTA ini, semuanya masih berusia junior, yang sedang dalam peralihan ke senior. Mereka memerlukan banyak pertandingan dan try out di banyak kesempatan.

”Saya kira mereka perlu untuk lebih banyak berkompetisi dan bersaing dengan pemain lain. Mereka butuh jam terbang untuk mengasah kemampuan mental mereka,” tegas Dony Prasetya Aji.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...