Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mobil 2.000 cc ke Atas Haram Pakai Partalite

Mobil 2.000 cc ke Atas Haram Pakai Partalite
Sejumlah kendaraan mengantre di SPBU Dawe menunggu pasokan pertamax dan pertalite datang. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak Bumi dan Gas Bumi (BPH Migas) saat ini tengah menggodok regulasi terkait larangan mobil mewah untuk membeli pertalite sebagai bahan bakar. Mengingat, pertalite hanya diberikan kepada warga yang kurang mampu lantaran mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Karena itu, BPH Migas pun akan menerapkan pembelian BBM Bersubsidi dengan menggunakan aplikasi MyPertamina. Hal ini juga untuk membatasi maksimal pembelian agar tidak mudah disalah gunakan.

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengatakan, untuk kajian sementara terkait kategori mobil mewah yang nantinya tak boleh membeli pertalite dan solar diambil berdasarkan kapasitas mesin.

”Belum ya, jadi kalau untuk mobil mewah yang dalam kajian itu yang 2.000 cc ke atas. Tapi ini belum diputuskan ya,” ujarnya dikutip dari kepada Kompas.com, Senin (27/6/2022).

Baca: SPBU Matahari Kudus Disanksi Pertamina, Warga Bisa Isi Pertalite di Sini

Seperti diketahui, pengklasifikasian mobil mewah yang dilarang membeli Solar dan Pertalite mengundang banyak tanda tanya dan perdebatan, terutama soal dasar penggolongannya apakah dari harga, teknologi, atau kapasitas mesin.

Karena bila melihat dari sisi teknologi mesin modern saat ini, hampir rata-rata mobil baru, termasuk di segmen LCGC pun, tak direkomendasikan mengonsumsi bahan bakar RON 90.

Belum lagi ditambah dengan menjamurnya mobil-mobil mewah yang saat ini justru telah meninggalkan mesin berkapasitas besar, rata-rata memilih kubikasi di bawah 2.000 cc dengan tambahan fitur turbo.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, memang perlu kejelasan soal apa yang dianggap mobil mewah karena sifatnya relatif.

Baca: Pertalite Terbatas, Pemkab Jepara Minta tambahan Stok 15 ribu KL

”Tidak ada kategori, memang yang jadi ukurannya apa, jadi kalau saya lebih baik kembalikan ke spesifikasi kendaraannya. Kemarin kita baru masuk Euro 4, artinya ada persyaratannya jadi konsumen harus tahu itu,” ucap Kukuh.

Terkait kebijakan larangan penggunaan pertalite untuk mobil mewah, pihaknya pun mengaku akan mengikuti aturan pemerintah.

”Kalau dari kami (Gaikindo) paruh sama peraturan pemerintah saja, sudah ditentukan bahwa kendaraan-kendaraan mulai buatan 2018 itu harus sudah standar Euro 4, artinya memang harus menggunakan RON di atas 91,” katanya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...