Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemkab Kudus Keluarkan Regulasi Pendistribusian Daging Kurban

Pemkab Kudus Keluarkan Regulasi Pendistribusian Daging Kurban
Dispertan Kudus mengecek kesehatan hewan di Pasar Hewan, Kudus, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengeluarkan regulasi terkait pembagian daging hewan kurban di tengah wabah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal itu agar wabah PMK tidak semakin meluas.

Adapun regulasinya antara lain panitia tidak boleh mencapurkan daging kurban dan jeroan daging kurban dalam satu kresek. Bila ingin mendistribusikan keduanya, panitia diminta untuk memisahkan bungkusnya.

”Tempat pembungkusnya juga harus yang baru dan bersih. Jangan sampai ada zat beracun yang terkandung di pembungkusnya,” ujar Subkoordinator Produksi dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus Sidi Pramono, Senin (27/6/2022).

Baca: Tips Beli Hewan Kurban saat PMK Merebak

Panitia, lanjut Sidi, juga diharapkan untuk mendistribusikan daging kurban paling lama empat jam setelah disembelih.

”Bilamana tidak bisa terdistribusi, baik daging maupun jeroannya harus dimasukkan ke lemari pendingin,” imbuhnya.

Sidi turut menyampaikan jika Dispertan Kudus memastikan akan mengikuti Fatwa MUI nomor 32 tentang penyembelihan hewan kurban saat wabah PMK.

Adapun dalam fatwa tersebut dijelaskan untuk hewan kurban dengan tanpa cacat atau dalam artian tidak pincang, bisa berdiri, bisa berjalan, dan tidak kurus, maka diperbolehkan untuk dilakukan penyembelihan tanggal 10-13 Dzulhijjah.

Baca: PMK Meluas, Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman

Berbanding terbalik jika hewan ternak tersebut cacat atau pincang, tidak bisa berdiri, dan sangat kurus. Ternak dengan ciri-ciri ini tidak diperbolehkan untuk dibuat kurban.

”Namun jika ternak itu punya gejala berat tapi akhirnya sembuh, itu sah dipotong pada tanggal 10-13 dzulhijjah sebagai kurban atau diluar tanggal itu dan dianggap sebagai sedekah,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...