Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Menjaga Tradisi Melalui Sedekah Bumi di Desa Kedungbulus Pati

Menjaga Tradisi Melalui Sedekah Bumi di Desa Kedungbulus Pati
Warga Kedungbulus Pati saat mengeroyok gunungan (Murianews/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Menjaga warisan tradisi nenek moyang, menjadi salah satu ritual tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) KedungBulu, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Hal itu biasa dikenal dengan tradisi sedekah bumi.

Apabila sebelumnya tidak ada kirab keliling desa, kini masyarakat Kedungbulus antusias mengikuti kirab tersebut. Warga juga mengarak gunungan yang berisi berbagai hasil bumi dari desa itu.

Kirab dilakukan mulai dari kantor balai desa hingga puncaknya berada di lapangan Desa Kedungbulus. Sampai di lapangan, gunungan tersebut dikerumuni oleh warga. Setelah dilantunkan doa, gunungan itu kemudian dikeroyok.

Kepala Desa (Kades) Kedungbulus Agus Susanto mengatakan, kirab budaya seperti ini baru dilakukan sekali. Bahkan sebelumnya, setiap ada perayaan sedekah bumi, tidak pernah ada kirab. Hanya sebatas ritual sederhana sebagai syarat untuk sedekah bumi.

Baca: Apitan Sedekah Bumi di Kudus dapat Dukungan dari Pemerintah

Alhamdulillah, warga sangat antusias mengikuti kirab ini. Semoga tahun depan yang ikut berpartisipasi semakin banyak dan semakin meriah,” katanya, Minggu (26/6/2022).

Agus mengatakan, kirab budaya dengan mengarak gunungan ini adalah sebagai wujud rasa syukur warga terhadap limpahan rahmat yang telah diberikan oleh Allah. Dari hasil bumi, mereka bisa hidup sejahtera, bisa menikmati secara bersama, sehingga panjatan syukur ini penting untuk dilakukan.

”Hasil bumi kita kumpulkan, kemudian kita arak keliling desa sebagai bentuk syukur kami kepada Allah karena telah diberikan kesejahteraan dan rezeki yang melimpah,” ungkapnya.

Baca: Melihat Sedekah Bumi di Desa Pancasila Pati

Agus juga mengatakan bahwa kirab budaya ini adalah untuk nguri-uri warisan leluhur. Kesenian dan tradisi yang ada di desa diangkat kembali dan dikenalkan kepada masyarakat setempat.

”Tujuan kami adalah untuk melestarikan budaya Jawa pada umumnya, dan khususnya budaya Desa Kedungbulus ini,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya kirab budaya tersebut kekompakan masyarakat semakin kuat, solidaritas semakin mengikat dan kebersamaan semakin terjaga.

 

Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...