Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ganjar dan Ribuan Orang Goyang Ambyar dalam Konser Trisakti di Benteng Vastenburg

Ganjar dan Ribuan Orang Goyang Ambyar dalam Konser Trisakti di Benteng Vastenburg
Foto: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menghadiri acara konser Trisakti di Benteng Vastenburg Surakarta (Murianews/istimewa)

 

MURIANEWS, Surakarta – Suasana Benteng Vastenburg Surakarta, Jawa Tengah yang biasanya tenang berubah jadi terguncang, Sabtu (25/6) malam. Ini tentu bukan serangan dari meriam musuh, melainkan karena puluhan ribu manusia berjoget bersama dalam acara Konser Trisakti dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno.

Sejak sore hari, kawasan Benteng Vastenburg sudah ramai dipadati pengunjung. Mereka rela antre dan berdesakan di pintu gerbang benteng hanya untuk masuk lebih awal dan mendapat posisi paling depan. Penat dan lelah terbayar lunas, saat mereka bisa berjoget ambyar dan bernyanyi bersama artis-artis ternama tanah air.

Ada Denny Caknan, NDX AKA, Guyon Waton dan Yudit Nurvita yang tampil malam itu. Suasana semakin meriah, karena di tengah acara hadir Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar berhasil membuat ribuan penonton ambyar bareng dengan lagu-lagu hits dari musisi-musisi kondang itu.

Baca juga: Ganjar Inginkan Taman Budaya Jawa Tengah Dijadikan Pusat Pengembangan Seni dan Budaya

”Hari ini, kita semua kumpul nonton konser yang hampir dua tahun tidak melihat. Seneng to kowe, ambyar to kowe?. Saya senang, karena lagu yang berbahasa jawa, hari ini menjadi tuan rumah dan semua bisa joget. Sobat ambyar mana suaranya. Rupane ketok bahagia kabeh (wajahnya terlihat bahagia semua),” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, Konser Trisakti adalah rangkaian kegiatan selama Bulan Bung Karno. Sebelumnya, banyak kegiatan lain termasuk tadi dirinya menghadiri acara pentas tari tradisional yang dibawakan anak-anak.

”Seperti pesan Bung Karno, kita harus berkepribadian dalam kebudayaan. Dan hari ini saya lihat luar biasa. Anak-anak kecil menari tradisional dan kita tutup dengan konser musik yang luar biasa. Dulu orang menyanyi lagu tradisional itu dianggap kuno, hari ini kita lihat betapa semua menikmati dan bahagia,” terangnya.

Maka kebudayaan itu lanjut Ganjar harus terus dilestarikan. Tidak hanya monoton, tapi bisa dikolaborasikan dengan kebudayaan modern.

”Kita jadikan tari tradisional dan musik tradisional sebagai tuan rumah. Kita tunjukkan seni budaya yang kita miliki bisa kita modernisasi tanpa harus tercerabut dari akarnya,” jelasnya.

Melihat semangat dan antusias masyarakat, Ganjar mengatakan begitu bahagia. Konser Trisakti seolah menjadi pengobat rindu masyarakat akan hiburan bersama teman dan keluarga.

”Saya melihat senang dan bahagia, mereka merasa terobati kerinduannya karena dua tahun tidak ada konser musik,” pungkasnya.

Salah satu pengunjung, Siska (32) mengatakan, dirinya begitu bahagia bisa berjoget bareng di Konser Trisakti. Sudah lama, ia menahan rindu untuk bisa bertemu dan menikmati konser musik di tempat terbuka.

”Seneng banget, bisa ambyar bareng setelah dua tahun nggak ada acara. Bosan di rumah terus. Malam ini bisa kumpul sama temen-temen joget bareng di Konser Trisakti,” katanya.

Apalagi, malam ini tak hanya joget dan senang-senang saja. Dalam kesempatan itu, pengunjung juga diajak mengenang dan memberikan penghormatan pada Soekarno, sang proklamator bangsa.

“Tidak hanya senang-senang saja, tapi juga sambil memperingati Bulan Bung Karno. Beliau sosok yang sangat menginspirasi buat kita semua dan dikenang karena perjuangannya,” ucapnya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus

Comments
Loading...