Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Petani Tahunan Jepara Dilatih Mandiri Pupuk

Petani Tahunan Jepara Dilatih Mandiri Pupuk
Petani di Tahunan Jepara Diajari Bikin Pupuk Organik (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Para petani Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dilatih untuk mandiri pupuk. Mereka diajari membuat pupuk organik sendiri.

Sekitar 50 petani mendapat pelatihan dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Mitra Karya Jepara, Jumat (24/6/2022). Mereka adalah wanita tani, pemuda tani dan petani milenial anggota poktan Tani Sejati 1, 2, 3, 4 Desa Demangan Kecamatan Tahunan dan dihadiri oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tahunan Jepara.

Petinggi Desa Demangan, Naim, mengungkapkan pelatihan ini dilaksanakan untuk mengatasi kelangkaan pupuk kimia urea, phonska dan pupuk lainya baik yang bersubsidi maupun non-subsidi. Kelangkaan itu sering dikeluhkan petani di desa Demangan.

Baca: Delapan Ribu Lebih Petani Jepara Tak Punya Kartu Tani

”Kami berharap hasil dari pelatihan pembuatan pupuk organik ini nantinya mampu mengatasi kelangkaan pupuk dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” kata Naim.

”Pada gilirannya bisa membangun kemandirian petani dalam pengolahan lahan, pemupukan organik yang sehat dan pertanian yang ramah lingkungan,” imbuhnya Naim.

Naim berharap, Desa Demangan nantinya bisa mebudidaya pertanian organik yang berkelanjutan. Dengan begitu dapat menghasilkan tanaman pangan yang sehat dan bebas dari bahan kimia.

Sementara itu, Ketua P4S Mitra Karya Jepara, Abdul Roub, mengungkapkan manfaat penggunakan pupuk organik, antara lain, meningkatkan aktivitas organisme dan biota dalam tanah, meningkatkan cita rasa, dan kandungan gizi hasil produksi padi, sayuran, buah-buahan, serta membuat tanah menjadi lebih sehat dan kaya unsur hara tanah.

”Dengan pupuk organik juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dan memperpanjang unsur simpan hasil produksi pertanian serta meminimalisir dampak erosi tanah pertanian”, ujar Roub yang juga ketua DPC Gerbang Tani Kabupaten Jepara ini.

Lebih lanjut, Roub berharap dukungan pemerintah Desa Demangan terhadap pertanian organik ini bisa ditiru dan dikembangkan desa lain di Kabupaten Jepara.

”Sesuai peraturan kementerian desa, mestinya 20 % anggaran Dana Desa bisa dialokasikan untuk program ketahanan pangan, pengembangan pertanian terpadu (integrated farming), lumbung pangan masyarakat (LPM) yang pada gilirannya bisa memperkuat kedaulatan pangan di desa dan menjadi bagian dari kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ujar Roub.

Dirinya menambahkan P4S Mitra Karya sudah mendampingi pertanian terpadu di beberapa desa, antara lain Desa Kawak, Lebak Pakis Aji dan Desa Kepuk Bangsri.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.