Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

PMR Grobogan Diharap Jadi Penggerak Pengurangan Risiko Bencana

PMR Grobogan Diharap Jadi Penggerak Pengurangan Risiko Bencana
Suasana kegiatan Konferensi PMR di Markas PMI Grobogan yang dipandu Gesit Kristyawan dari PMI Grobogan. (Murianews/Istimewa PMI Grobogan)

MURIANEWS, Grobogan – Palang Merah Remaja (PMR) Grobogan menggelar konferensi PMR di markas PMI Grobogan, Rabu-Jumat (22-24/6/2022). PMR pun diharapkan menjadi entitas penggerak pengurangan risiko bencana di sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Agenda tersebut diikuti 36 SMA sederajat se-Kabupaten Grobogan. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pemilihan koordinator Forum Remaja Palang Merah Indonesia (Forpis) Kabupaten Grobogan.

Terpilih sebagai koordinator Forpis, yakni Bela Wahyu Hestiningsih dari SMA N 1 Wirosari. Dia menggantikan Zahra Mauizah dari SMA N 1 Gubug. Bela pun akan mewakili PMI Kabupaten Grobogan untuk maju ke Forpis tingkat Jawa Tengah tahun ini.

Baca: Pemintaan Ambulans Meningkat, Relawan PMI Grobogan Digembleng

”Koordinator Forpis memiliki tugas melakukan koordinasi dan komunikasi untuk PMR se-Kabupaten Grobogan untuk membantu kegiatan Pelayanan PMI Kabupaten Grobogan,” terang Sekretaris PMI sekaligus Kepala Markas PMI Kabupaten Grobogan Djasman, Sabtu (25/6/2022).

Djasman menerangkan, PMR dapat memberikan masukan melalui kegiatan Konferensi PMR. Menurutnya, kesuksesan sebuah organisasi tidak lepas dari peran berbagai pihak yang mendukung eksistensinya.

”Dalam mendukung eksistensi itu bisa sesuai dengan kapasitasnya, baik secara material, dana maupun sumbangsih pemikiran. Kritik dan saranpun mewarnai proses pendewasaan semua yang terlibat di dalam organisasi ini,” paparnya.

Djasman mengatakan, Konferensi PMR menjadi ajang para remaja untuk mengembangkan jiwa kepalangmerahannya. Selain itu juga mempersiapkan relawan-relawan muda sebagai penggerak atau motor di lingkungan masing-masing.

Gesit Kristyawan, Kasi Pelayanan PMI Grobogan menambahkan, anggota PMR harus menjadi pengerak pengurangan risiko bencana, baik di sekolah maupun di masyarakat. Mereka harus memahami bahaya, kerentanan, risiko dan kapasitas.

”Dalam kegiatan ini diharapkan para anggota PMR dapat mengembangkan Tri Bakti PMR, yaitu berkarya dan berbakti di masyarakat, berperilaku hidup bersih dan sehat, serta mempererat persahabatan nasional dan internasional,” imbuhnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...