Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dari Kejuaraan Tenis Meja ASEAN

Fanta Merah Lengkap dengan Sedotan, Persembahan Favorit untuk Roh Leluhur di Bangkok

Seorang warga menuangkan fanta merah yang dijadikan persembahan untuk roh leluhur. (Murianews/Budi Erje)

MURIANEWS, Bangkok – Bangkok, Thailand, masyarakatnya didominasi oleh para pemuja Budha. Agama ini menjadi agama terbesar secara nasional di negeri yang sering dijuluki sebagai negeri gajah putih ini.

Terkait dengan keberadaan agama Budha di Bangkok, di banyak bangunan di kota Bangkok sering dijumpai bangunan yang letaknya berada di sudut depan halaman. Bangunan ini mirip altar dengan ukuran yang berbeda-beda. Kemudian disana terdapat patung dari dewa-dewa mereka dengan banyak dupa di sekitarnya.

Supance, salah satu pekerja di Hotel Four Wings Convention Centre menjelaskan bangunan itu adalah semacam tempat persembahan. Dalam bahasa Thailand disebut sebagai bangunan Saan Phra Phum.

Menurutnya, ini tidak sepenuhnya berkaitan dengan agama Budha, namun lebih pada kepercayaan turun-temurun masyarakat asli Thailand pada umumnya.

Supance menjelaskan, masyarakat Thailand percaya disetiap bangunan ada roh penunggunya dan harus dihormati. Sehingga setiap hari mereka memberikan persembahan berupa dupa atau makanan dan minuman layaknya kebutuhan sehari-hari roh yang mereka yakini ada. Dengan menyediakan kebutuhan sehari-hari bagi roh, maka mereka percaya roh akan menjaga dan memberikan rejeki.

”Hampir di semua bangunan besar atau bangunan pada umumnya selalu ada Saan Phra Phum. Tempat memberikan kebutuhan untuk para roh penjaga dan pemberi rejeki bagi kebanyakan orang Thailand,” ujar Supance.

Menariknya, benda-benda yang dipersembahkan bermacam-macam. Kebanyakan makanan dan minuman. Salah satu yang dominan adalah Fanta Merah lengkap dengan sedotannya. Entah mengapa hal ini dilakukan oleh masyarakat di Bangkok, Thailand.

Soal ini, Supance menyebutkan bahwa Fanta Merah dipilih bukan karena soal merk-nya. Dalam hal ini warga Bangkok dan Thailand lebih mendasarkan pada warna merah pada jenis minuman soda ini. Jadi, awalnya persembahan yang diberikan untuk roh, di waktu lampau adalah darah hewan.

Seiring perkembangan zaman kebiasaan menggunakan darah untuk persembahan itu, akhirnya dilarang. Sebagai gantinya, masyarakat di perkotaan memilih menggunakan Fanta Merah, sebagai symbol bahwa mereka masih menghormati roh leluhur, dengan mempersembahkan ‘darah’ berupa Fanta Merah.

”Siapa yang pertama memulai dengan Fanta Merah ini, saya tidak tau. Namun seperti itulah cerita yang saya dapat. Orang-orang sekarang menggunakan fanta lengkap dengan sedotannya untuk persembahan,” jelas Supance.

Dari beberapa tempat persembahan, memang lazim terlihat sebotol atau sekaleng Fanta Merah yang sudah terbuka segelnya, dengan sedotan menyertainya. Namun, menurut Supance bukan soal yang terlihat mata saja dalam hal ini.

Lebih dari itu, bagi warga Thailand atau khususnya Bangkok, paling penting adalah mereka masih tetap terus menghormati para leluhurnya. Menghormati pendahulu-pendahulu mereka yang sudah mendahului meninggalkan dunia fana.

”Kalau dilihat mungki memang agak aneh. Tapi satu hal yang penting orang-orang Thailand tetap menghargai dan menghormati orang-orang dari masa lalu. Mungkin ini pesan pentingnya,” tambah Supance.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.