Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Penulisan Gelar Dokter Kini Menggunakan Huruf Besar Seperti Doktor, Benarkah?

Penulisan Gelar Dokter Kini Menggunakan Huruf Besar Seperti Doktor, Benarkah?
Ilustrasi seorang dokter (Freepik)

MURIANEWS, Jakarta – Penulisan gelar terutama untuk gelar akademik doktor dan profesi medis dokter dikabarkan telah mengalami perubahan penulisan akronim. Penulisan doktor dengan singkatan Dr dan dokter dengan menggunakan dr mengalami perubahan, yakni penulisan akronim dokter menjadi Dr. Apakah benar demikian?

Penulisan singkatan dokter dengan menggunakan huruf D dalam akronim, rupanya banyak ditemukan di bidang kesehatan. Bahkan singkatan Dr untuk profesi dokter, umum terpampang di papan informasi rumah sakit.

Dari penelusuran Murianews, rupanya polemik mengenai singkatan Dr dan dr untuk profesi dokter ini sudah cukup lama terjadi. Mulanya, singkatan Dr untuk profesi dokter ternyata digunakan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadillah (2010-2014). Dia mempunyai majalah `Dokter Kita` yang merupakan majalah tentang kesehatan.

Baca: Dokter Abal-Abal Buka Praktik dan Layani 20 Pasien, Kini Ditangkap Polisi

Dalam majalah itu berkomitmen bahwa penulisan dokter menggunakan singkatan Dr, bukan dr. hal ini pula yang menjadi acuan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menuliskan profesi dokter tersebut.

Sementara dalam gelar akademik, singkatan Dr hanya digunakan untuk seorang yang telah menempuh pendidikan strata 3 (S3), sehingga berhak mendapatkan gelar Doktor atau Dr.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2018 tentang Ijazah, Sertifikat Profesi, Gelar, dan Tata Cara Penulisan Gelar di Perguruan Tinggi.

Dalam BAB III Pasal  20 huruf h menjelaskan, doktor ditulis di depan nama lulusan program doktor dengan mencantumkan huruf “Dr.”

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar

Comments
Loading...