Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Duh, Sebelas Anak di Jepara jadi Korban Kekerasan Seksual

Bambang Dwipo Suwignyo, Plt Kepala DP3AP2KB Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih cukup tinggi. Tahun 2021 lalu, tercatat ada 31 kasus kekerasan terhadap anak, dan sebelas di antaranya kekerasan seksual.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jepara Bambang Dwipo Suwignyo menyebut jika upaya pencegahan dan penanganan sangat mendesak untuk dilakukan.

Bambang menyebut, masalah kekerasan seksual terhadap anak masih mendominasi. Kekerasan seksual ini dilakukan oleh keluarga maupun orang luar keluarga korban.

”Didominasi kasus kekerasan seksual yang mencapai 35,5 persen atau sebelas kasus,” kata Bambang, Jumat (24/6/2022).

Selebihnya, terdapat kasus kekerasan fisik, psikis, perdagangan, eksploitasi, aborsi, dan kasus penelantaran.

Dia mengibaratkan kasus kekerasan kepada anak sebagai fenomena gunung es. Hanya sedikit tampak, tapi sebenarnya masih banyak kasus tersembunyi.

”Di sinilah peran keluarga sangat diutamakan. Untuk menjaga anak-anaknya dari ancaman kekerasan dalam bentuk apapun,” tutur dia.

Baca: UU TPKS Diminta Jadi Pemicu Penuntasan Kekerasan Seksual di Jateng

Seluruh elemen masyarakat diajak untuk kembali meningkatkan sinergi dan dukungan, terutama adalah peran keluarga.

Menurut Bambang, masih adanya anggapan jika pendidikan seksual merupakan hal tabu untuk diajarkan. Sebab rendahnya pengetahuan mengenai hal itu, menjadi salah satu penyebab terjadinya kasus seksual terhadap anak.

”Pendidikan seksual bukan hanya berkutat tentang organ seksual. Namun, juga tentang perilaku dan rasa kasih sayang,” pungkasnya.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...