Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

350 SD di Kudus Pakai Kurikulum Merdeka di Tahun Ajaran Baru

Ilustrasi: Kegiatan PTM di salah satu SD di Kudus. (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 350 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akan menerapkan implementasi kurikulum merdeka (IKM) di tahun ajaran baru 2022/2023 pada bulan Juli 2022 mendatang. Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan yakni Jalur Mandiri Berubah.

Di dalam Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri sendiri ada tiga pilihan yang bisa diimplementasikan. Yakni Jalur Mandiri Berubah, Jalur Mandiri Berbagi, dan Jalur Mandiri Belajar.

Penerapannya, akan dilaksanakan secara bertahap. Di mana pada tahun ajaran ini, hanya akan diberlakukan pada kelas I dan IV SD saja.

”Kemudian di tahun ajaran selanjutnya akan ditambah penerapannya untuk kelas dua dan lima SD,” kata Subkoordinator Kurikulum Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Afri Shofianingrum, Jumat (24/6/2022).

Baca: Cek Keunggulan Kurikulum Merdeka Bagi Siswa

Pendampingan sekolah terkait kurikulum baru itupun akan dilaksanakan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mulai pekan depan.

”Sebenarnya masing-masing sekolah kami pikir sudah memahami ini, cuma tetap harus dilakukan penguatan pemahan,” katanya.

Afri menambahkan, pemerintah menargetkan semua sekolah bisa menjalankan kurikulum tersebut pada tahun 2025 mendatang.

”Untuk Kudus sendiri, jumlah SD-nya kan ada sekitar 422 sekolah, nah yang belum ini nanti akan tetap mengikuti sehingga tidak tertinggal dengan sekolah-sekolah lainnya,” tandasnya.

Baca: Nadiem Makarim Lucurkan Kurikulum Merdeka, Seperti Apa Itu?

Pemerintah diketahui akan mengganti kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka ini. Kurikulum ini, merupakan pengembangan dan penerapan dari kurikulum darurat yang diluncurkan untuk merespon dampak dari pandemi Covid-19.

Pengertian Merdeka Belajar sendiri, adalah suatu pendekatan yang dilakukan supaya siswa dan mahasiswa bisa memilih pelajaran yang diminati.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...