Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bidan di Kudus Diajak Bersinergi dengan Masyarakat

IBI Kudus menggelar kegiatan pelayanan masyarakat belum lama ini. (Murianews/IBI Kudus)

MURIANEWS, Kudus — Hari Bidan Nasional jatuh hari ini, 24 Juni 2022. Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kudus, Darini mengajak para bidan di Kudus terus bersinergi dengan masyarakat.

Darini menyampaikan, peran bidan saat ini terbilang penting. Sebab, bidan merupakan sahabat bagi perempuan.

”Peran bidan itu memberikan penyuluhan atau konseling kepada masyarakat. Salah satunya memberikan pelayanan kebidanan di bidang kesehatan,” katanya, Jumat (24/6/2022).

Darini melanjutkan, pihaknya terus berupaya melakukan konsolidasi dengan berbagai stakeholder. Tujuannya untuk mengoptimalkan peran bidan di dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi ibu dan anak.

Pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan sebagai rangkaian memperingati Hari Bidan Nasional yang jatuh setiap 24 Juni. Di antaranya imunisasi dan pelayanan gebyar KB.

”Kami sudah melaksanakan kegiatan imunisasi pada tanggal 11 sampai 18 Mei 2022. Kemudian kami ada pelayanan Gebyar KB dengan metode MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, red) pada tanggal 1 sampai 30 Mei lalu,” sambungnya.

Baca: Jembatan Merah di Kudus, Awalnya untuk Pabrik Gula Zaman Belanda

Darini menilai, masyarakat saat ini sudah lebih terbuka dan cerdas. Sehingga tidak takut setiap kali ada bidan yang visit ke rumah warga.

”Ibu-ibu muda terutama sudah welcome ke kami (bidan, red). Karena tidak dipungkiri mereka juga sudah melek teknologi. Berbeda dengan zaman dimana saya dulu, ibu-ibu sering takut dan tertutup dengan bidan,” ujarnya.

Dia berharap bidan dan masyarakat dapat terus bersinergi. Terutama dalam hal penanganan kesehatan seperti stunting, program KB, imunisasi, dan lainnya.

”Supaya bisa menjalankan program pemerintah. Dapat menekan stunting dan menekan risiko Angka Kematian Ibu (AKI) dan menekan risiko Angka Kematian Bayi (AKB),” pungkasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...