Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pasar Hewan di Jepara Tetap Ditutup Meski Kesembuhan dari PMK Tinggi

Suasana Pasar Hewan di Kecamatan Bangsri, Jepara pekan lalu. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara masih berhati-hati untuk membuka pasar hewan. Padahal, tingkat kesembuhan ternak yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) cukup tinggi.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jepara Ratib Zaini menyebut, sampai Jumat (24/6/2022) hari ini ada 623 hewan yang terjangkit PMK. Terdiri dari 744 sapi dan 302 ekor kerbau.

”Tapi yang sudah sembuh ada 400 ekor. Yang mati 14 ekor,” kata Ratib.

Angka kesembuhan itu, lanjut Ratib, terbilang cukup tinggi. Di sisi lain, ketersediaan obat-obatan di Jepara sangat terbatas.

Meskipun kondisi tersebut terbilang bagus, Ratib memastikan pasar hewan masih akan ditutup. Pihaknya masih belum bisa memastikan kapan pasar hewan akan dibuka lagi.

”Kita lihat perkembangan kasus ke depan. Karena setiap hari masih fluktuatif,” jelas Ratib.

Baca: Jepara Dijatah Tiga Ribu Vaksin PMK

Ratib menegaskan, penutupan pasar hewan tidak hanya dikhususkan untuk penjual atau peternak sapi dan kerbau saja. Melainkan semua jenis ternak. Termasuk kambing atau domba.

Pihaknya menyadari bahwa sampai saat ini belum ditemukan satupun kambing atau domba yang terjangkit PMK. Namun, pihaknya tidak mau ambil risiko jika nantinya ada kambing yang terkena PMK.

”Selain itu, kita juga harus adil. Kalau penjual sapi dan kerbau dilarang berjualan, penjual kambing juga tidak boleh berjualan,” tegas Ratib.

Ratib meminta maklum kepada semua penjual ternak. Pihaknya meminta semua pihak untuk saling mengerti tentang kondisi wabah ini.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...