Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kejuaraan Tenis Meja ASEAN

Kembali Raih Perunggu, Ini Evaluasi Pelatih untuk Timnas Putri Indonesia

MURIANEWS, Bangkok – Timnas Putri Tenis Meja Indonesia hanya berhasil meraih perunggu di nomor beregu kejuaraan Southeast Asian Table Tennis Championship (SEATTC) 2022 setelah ditekuk 0-3 oleh Singapura.

Kekalahan ini dinilai karena faktor mentalitas yang berpengaruh. Para pemain terlihat pesimis dan sudah merasa ‘kalah’ sebelum bertanding, lantaran Singapura yang menjadi lawan memiliki pemain kaliber dunia.

Penilaian ini disampaikan oleh Asisten Pelatih Timnas Tenis Meja Indonesia, Dony Prasetya Aji, yang menangani Tim Indonesia Putri. Menurut mantan pemain nasional asal Kudus ini, para pemainnya sudah memiliki mind set yang keliru saat akan menghadapi Singapura.

Mengetahui Singapura diperkuat pemain-pemain yang memiliki ranking dunia, mereka sudah merasa tidak mungkin bisa mengalahkan mereka. Pemikiran yang seperti inilah yang membuat pada akhirnya mempengaruhi permainan mereka sendiri.

”Memang mereka punya pemain rangking dunia. Tapi dalam tenis meja, permainan di lapangan tetap akan menjadi penentunya. Tidak banyak terpaut sebenarnya untuk soal teknik. Tapi ya sudah ya, nampaknya hasil ini yang maksimal,” ujar Donny Prasetya Aji.

Selain itu, Dony juga menilai, keberhasilan mereka lolos ke semifinal dianggap sudah lebih dari cukup bagi pemain. Hal ini membuat mereka pada akhirnya mendapati mentalitas ‘pasrah’ saat berhadapan dengan Singapura.

”Ini sepertinya sudah pada puas bisa maju ke semifinal. Ini hal yang keliru, dan akan kami jadikan bahan evaluasi juga. Ke depan harus bisa lebih baik lagi,” ujarnya menambahkan.

Meski demikian, terlepas dari itu semua, Dony menyatakan sangat mengapresiasi para pemainnya. Mereka menunjukan peningkatan dalam dua pekan mengikuti turnamen di Bangkok ini. Selanjutnya di nomor perorangan, diharapkan preforma mereka bisa terus meningkat.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...