Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jembatan Merah di Kudus, Awalnya untuk Pabrik Gula Zaman Belanda

Jembatan Merah peninggalan Belanda di Desa Tanjurejo, Kabupaten Kudus. (Murianews/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus — Jembatan Merah di Dukuh Patihan, RT 01, RW 01, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekuko, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi sisa-sisa kejayaan pabrik gula zaman Belanda di Kabupaten Kudus.

Jembatan ini disebut-sebut dibangun untuk memudahkan Pabrik Gula Tanjungmojo untuk mengangkut tebu dan hasil produksinya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Desa Tanjungrejo Hadi Paryono menjelaskan, Jembatan Merah itu diperkirakan berdiri dua tahun setelah berdirinya Pabrik Gula Tanjungmojo.

”Pabrik Gula Tanjungmojo berdirinya 1835. Dua tahun setelahnya berarti 1837 tahun di mana Jembatan Merah berdiri,” katanya, Jumat (24/6/2022).

Dijelaskan, jika Jembatan Merah tersebut dahulu digunakan sebagai jalur angkut tebu. Yakni dari area kebun tebu menuju ke area Pabrik Gula Tanjungmojo.

”Itu peruntukannya semacam sarana transportasi untuk Pabrik Tanjungmojo. Tebu dari sawah diangkut ke Pabrik Tanjungmojo lewat Jembatan Merah itu. Dahulunya di situ ada relnya juga,” ujarnya.

Baca: Ini Biang Bangkrutnya Dua Pabrik Gula Zaman Belanda di Kudus

Jembatan itu masih berdiri dan difungsikan hingga kini. Namun karena lebarnya yang sempit, kendaraan yang melintas harus bergantian. Terutama ketika ada kendaraan roda empat dan roda dua berpapasan.

Kepala Desa Tanjungrejo Christian Rahardiyanto menyebut jika jembatan tersebut memiliki panjang 50 meter dengan lebar 2,5 meter.

Menurut Christian, Jembatan Merah itu merupakan jembatan kabupaten. Jembatan tersebut merupakan peninggalan Belanda. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Klaling dengan Desa Tanjungrejo.

”Jembatan Merah itu sudah dari dahulu sempit. Kalau mau lewat, mobil dengan motor harus bergantian,” terangnya.

Baca: Pabrik Gula Tanjungmojo Kudus Pernah Dibom Jepang

Dia mengaku sudah pernah mengusulkan agar jembatan itu direnovasi pada 2011 silam saat era Bupati Kudus Musthofa.

”Tetapi saat itu belum ada tindak lanjut. Sampai sekarang ya masih sempit seperti itu,” sambungnya.

Untuk saat ini pihaknya sebatas mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati ketika melintas.

”Imbauan kami kepada pengguna jalan yang melintas Jembatan Merah untuk berhati-hati karena jembatan tersebut sempit. Harus bersabar dan bergantian ketika melintas,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...