Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengenal Tradisi Wiwit Kopi di Desa Colo Kudus

Tradisi Wiwit Kopi digelar para petani Desa Colo Kudus. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Masyarakat di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, punya tradisi khusus sebelum memulai masa panen raya tanaman kopi. Tradisi itu yakni Wiwit Kopi.

Panen kopi akan dimulai akhir bulan hingga Agustus 2022 mendatang.

Dalam tradisi Wiwit Kopi itu, semua petani kopi di daerah tersebut menggelar doa bersama di areal perkebunan.

Usai memanjatkan doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, mereka lalu menyantap semacam bekal pakem yang berisi nasi, ayam, telur, tahu, tempe, dan kuluban yang mereka bawa dari rumah secara beramai-ramai.

Walau terkesan sederhana, tradisi yang terus digelar setiap tahun itu menyimpan makna yang mendalam bagi para petani di sana.

Ketua Kelompok Tani Kopi Desa Colo Purbo Wiyanto mengatakan, tradisi wiwit kopi sendiri merupakan sebuah bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat berupa panen buah kopi yang melimpah.

”Tradisi ini digelar sebelum panen raya, jadi masing-masing petani dengan keluarganya membawa ambengan (bekal) dari rumah. Kemudian kami berdoa bersama dan makan bersama di tengah perkebunan,” ucapnya.

Baca: Sudah Tahu Bedanya Kopi Rabusta dan Kopi Arabika? Ini Penjelasannya

Tradisi Wiwit Kopi pada tahun ini sendiri, dilakukan pada Kamis (24/6/2022) sore kemarin. Dengan dilakukannya tradisi itu, maka raya tanaman kopi di kawasan Pegunungan Muria Desa Colo akan segera dimulai.

”Saat ini memang tanamannya sudah banyak yang berbuah merah, sehingga kami akan siap untuk melaksanakan panen, kami berdoa agar hasilnya baik dan Kopi dari Pegunungan Muria bisa terkenal sampai mancanegara,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...