Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

UMKM di Jateng Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja, Omzetnya Triliunan

Gubernur Ganjar Pranowo saat membuka UKM Virtual Expo 2022, beberapa waktu lalu. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah terus meningkat. Bahkan tenaga kerja yang terserap dari sektor UMKM di Jateng cukup tinggi, yakni mencapai 1,3 juta orang lebih.

Data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mencatat, saat ini serapan tenaga kerja dari UMKM sebanyak 1.320.953 orang. Sedangkan pada tahun 2013 hanya 480.508 orang.

Kepala Dinkop UKM Jateng Ema Rachmawati menyebut, dengan data ini sector UMKM sangat efektif dalam menyumbang upaya pengentasan kemiskinan.

”Satu UMKM saja kan paling tidak punya 2-3 tenaga kerja. Ini kan bagus jadi ada dampak positif juga untuk pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan,” katanya, Kamis (23/6/2022).

Nilai aset, kata Ema pun meningkat. Tahun 2013 tercatat, total aset UMKM di Jawa Tengah hanya Rp 9,634 miliar. Sedangkan tahun 2022, tercatat total aset mencapai angka Rp 38,719 miliar.

Sementara terkait omzet, tahun ini UMKM di Jateng mencatatkan omzet sebesar Rp 68,387 triliun. Sedangkan tahun 2013 omzet UMKM Jateng hanya Rp 20,355 triliun.

Ema mengatakan pihaknya terus mendorong UMKM Jateng naik kelas. Pekerjaan rumah yang masih diperbaiki adalah mentalitas dan perilaku dari pelaku UMKM. Ema berharap, pelaku usaha terus berbenah dan meningkatkan kualitasnya.

”Karena banyak yang masih sulit untuk mau berkolaborasi. Kedua perilakunya. Jadi pola pikir, mindset dan attitude itu harus berubah,” terangnya.

Pemprov Jateng juga terus melakukan pendampingan kepada UMKM. Data Dinkop UKM dari tahun 2013, kata Ema, tercatat ada 90.339 UMKM binaan Pemprov Jateng.

Baca: Strategi Ganjar Entaskan Kemiskinan lewat UMKM Dinilai Jitu

Kini jumlahnya terus mencapai 177.256 UMKM binaan di tahun 2022. UMKM binaan Jateng, kata Ema, didominasi produk makanan dan minuman.

”Pendampingan dan memfasilitasi pemasaran, membantu perlindungan hukum sampai perizinan dan sebagainya,” kata Ema.

Pelatihan yang diberikan dalam setahun, kata Ema bisa diikuti hampir 4.000 orang pelaku usaha. Fasilitasi pemasaran secara online kata Ema, tiap pelaksanaan diikuti sedikitnya 100 UMKM.

”Kita juga fasilitasi sertifikat halal, itu tadinya cuma 150 orang sekarang 500 orang. Empat tahun ini sudah ribuan yang dapat fasilitasi sertifikasi halal,” terangnya.

Ema menjelaskan, pelatihan dan pembinaan terus dilakukan dengan menggandeng sejumlah marketplace besar. Beberapa program yang digagas Gubernur Ganjar Pranowo pun membantu perkembangan UMKM.

Di antaranya Lapak Ganjar, Hetero Space, maupun inovasi kredit kerakyatan. Bahkan Hetero Space kini menjadi rumah nyaman bagi pelaku UMKM serta start-up dan memungkinkan keduanya berkolaborasi dalam mengembangkan bisnis.

Untuk membantu permodalan, BUMD maupun pihak swasta pun dilibatkan. Salah satunya menginisiasai Kredit Lapak, kredit plafon rendah yang memang dikususkan untuk ibu-ibu pedagang pasar tradisional dan ibu-ibu kreatif rumahan.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...