Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ternak yang Dipotong Paksa karena PMK Disarankan Dagingnya Tetap Dijual

Dokter hewan Dispertan Kudus saat mengecek kesehatan sapi di salah satu kandang di Desa Besito Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus —Ternak yang dipotong paksa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah akibat terpapar Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) tercatat ada 14 ekor. Pihak Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus menyarankan agar dagingnya tetap dijual, agar tak merugi.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus Agus Setiawan mengatakan, daging ternak yang dipotong paksa itu masih layak dikonsumsi.

Dia mencoba memberikan saran kepada peternak agar tetap menjual hewan ternak yang terpapar PMK dengan mekanisme per kakas atau per kilogram.

”Kami menyarankan tetap dijual tidak apa-apa. Tetapi jangan dijual per ekor, karena nanti kalau dijual per ekor peternak bisa rugi sampai setengah harga,” katanya, Kamis (23/6/2022).

Baca: Sapi yang Dimusnahkan karena Terpapar PMK Dapat Ganti Rugi Rp 10 Juta

Menurutnya, hal itu sebagai win win solution. Sehingga pedagang hewan ternak tidak merugi dengan jumlah yang lebih besar.

”Kami terus berupaya agar pedagang tidak merugi terlalu banyak. Kasihan pedagang kalau merugi terlalu besar,” ujarnya.

Agus melanjutkan, pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat, agar daging ternak tetap layak konsumsi.

”Daging yang tepapar PMK masih layak dikonsumsi. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Kami juga menyampaikan ke peternak kalau ada hewan ternak yang mengarah ke PMK untuk segera melapor ke kami untuk kami obati supaya bisa sembuh dan tidak perlu sampai dipotong paksa,” tandasnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoja

Comments
Loading...