Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pedagang di Kudus Takut Gulung Tikar jika Minyak Goreng Curah Masuk Supermarket

Pedagang minyak curah di Pasar Bitingan, Kudus, Mohari sedang menyiapkan minyak ke dalam jerigen, Selasa (1/2/2022). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus — Para pedagang minyak goreng di Kabupaten Kudus menyatakan keberatannya dengan rencana pemerintah yang akan menyediakan minyak goreng curah di supermarket.

Sebelumnya Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkatkan jika minyak goreng burah akan masuk ritel dan supermarket. Minyak goreng itu akan dijual dengan harga Rp 14 ribu, dan dikemas.

Mohari, penjual minyak goreng curah di Pasar Bitingan, Kudus, Jawa Tengah mengatakan, kebijakan tersebut dapat berdampak bagi pedagang kecil. Sebab, konsumennya bakal beralih ke minyak goreng curah yang dikemas.

”Bisa berimbas bagi kami pedagang kecil. Karena pembeli pasti memilih beli minyak goreng curah yang sudah dikemas. Karena lebih terlihat lebih rapi,” katanya, Kamis (23/6/2022).

Baca: Mendag Persilahkan Warga Borong Minyak Goreng Curah 10 Liter

Dia melanjutkan, secara tidak langsung pembelinya akan menurun. Hal ini kemungkinan dapat berdampak bagi pendapatannya.

”Bisa juga sampai gulung tikar kalau ditinggalkan pelanggan,” sambungnya.

Dia menambahkan, kualitas minyak goreng curah yang dijual di supermarket sama dengan yang dijual di pasar. Menurutnya, perbedaannya hanya pada pengemasannya saja.

”Minyak goreng curah yang dijual di supermarket itu juga kulaknya dari pabrik. Pasar di sini juga ambilnya ke pabrik,” ujarnya.

Meski mengeluh, pihaknya hanya dapat mengikuti saja apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Akan tetapi, dia berkeinginan agar kebijakan tersebut dikaji ulang.

”Harapan saya kebijakan ini kalau bisa dikaji ulang terlebih dahulu,” imbuhnya.

Keberatan juga disampaikan oleh Pedagang minyak goreng curah di Pasar Baru, Kudus, Jawa Tengah, Arifin Nusantara. Dia juga merasa keberatan dengan hal tersebut.

”Pastinya khawatir juga. Tetapi ya sudah dikembalikan saja kalau rezeki itu sudah ada yang mengatur,” katanya, Kamis (23/6/2022).

Namun, dia berharap ke pemerintah kebijakan tersebut dapat dikaji lagi. Supaya tidak menyulitkan pihaknya selaku pedagang kecil. ”Kalau bisa dikaji lagi, kasihan pedagang kecil seperti kami,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...