Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bangkitkan Psikologis, Penyintas Thalasemia di Grobogan Diajak Bernyanyi

Bangkitkan Psikologis, Penyintas Thalasemia di Grobogan Diajak Bernyanyi
Foto: Para penyintas Thalasemia di RSUD Purwodadi Grobogan disemangati. (Murianews/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Sebanyak 27 penyintas thalasemia di Grobogan, Jawa Tengah beserta orangtuanya mendapat bimbingan psikologis dari RSUD dr R Soedjati Purwodadi, Rabu (22/6/2022). Acara ini dibimbing oleh psikolog Tjiptati Nugrahani dari RSUD setempat.

Bimbingan psikologis itu dibalut dengan acara bertajuk “Dukungan Psikososial untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Thalasemia”. Agenda itu digelar untuk membangkitkan psikologis penyintas maupun orangtua. Salah satu caranya, dengan mengajak bernyanyi hingga terapi.

Dokter Spesialis Anak dari RSUD Purwodadi Kurnia Dwi Astuti mengungkapkan, agenda tersebut sebenarnya ditujukan untuk memperingati Hari Thalasemia Dunia pada bulan Mei. Namun, karena menyesuaikan libur sekolah anak-anak, acara tersebut baru diselenggarakan.

”Sebenarnya peringatan di bulan Mei kemarin, tapi kami menyesuaikan libur anak-anak. Anak-anaknya have fun, jadi juga menyemangati orang tuanya,” tuturnya.

Kurnia menambahkan, di RSUD Purwodadi sendiri terdapat 50 pasien maupun penyintas thalasemia. Mereka tidak hanya dari Grobogan saja, namun juga dari luar daerah. Sebagian penyintas dengan kondisi buruk dirujuk ke RS Kariadi Semarang.

”Pasien di sini ada yang dari Blora dua orang. Ada beberapa kasus yang kita tidak mampu dirawat di RSUD, dirujuk ke Kariadi Semarang,” imbuhnya.

Untuk diketahui, thalasemia merupakan penyakit langka berupa kelainan yang membuat tubuh tidak mampu memproduksi darah merah. Penyintas thalasemia harus melakukan transfusi darah sebulan sekali seumur hidup.

Thalasemia biasanya terdeteksi setelah orangtua memeriksakan anaknya yang pucat. Dari situlah, kemudian akan diketahui bahwa si anak itu kekurangan darah merah.

”Darah kan ada umurnya ya. Nanti setelah umurnya habis akan pucat lagi, tranfusi lagi, sampai seumur hidup,” tutupnya.

 

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Dani Agus

Comments
Loading...