Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Wow! Pendaftar di SMPN 1 Kudus Sudah Capai 1.500 Orang

Salah seorang verifikator SMPN 1 Jati tengah melakukan verifikasi jarak (Murianews/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Kudus Jawa Tengah, mulai kebanjiran pendaftar pada hari ketiga Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022.

Jumlah pendaftar bahkan sudah melebihi daya tampung siswa yang dialokasikan ke pihak sekolah.

Beberapa SMP tersebut di antaranya adalah SMPN 1 Kudus dan SMPN 1 Jati. Dua sekolah itu memang jadi sekolah favorit di Kota Kretek.

Di SMPN 1 Kudus jumlah pendaftar bahkan sudah mencapai 1.500 orang. Padahal kuota siswa baru yang disiapkan untuk sekolah ini hanya 224 siswa saja.

”Ini masih hari Rabu, bisa saja nanti bertambah lagi jadi makin banyak,” kata Kepala SMP 1 Kudus Ahadi Setiawan, Rabu (22/6/2022).

Baca: Biar Tak Bohong, Peserta PPDB SMP Jalur Afirmasi di Kudus Bakal Dicek Rumahnya

Khusus untuk jalur prestasi di SMPN 1 Kudus, Ahadi mengatakan nilai rata-rata pendaftar saat ini ada di kisaran 91, sehingga pendaftar dengan nilai 87 dipastikan tidak bisa masuk.

”Kuota pendaftar dari jalur prestasi hanya 30 persen dari total kuota siswa yang diterima, jadi persaingannya cukup ketat,” ujarnya.

Hal yang sama juga dijumpai di SMPN 1 Jati. Jumlah pendaftar hingga Rabu (2/6/2022) hari ini sudah mencapai 629 orang. Sementara kuota yang disediakan hanya 224 siswa saja.

”Jumlah pendaftarnya sudah melebihi kuota yang kami sediakan, dan mungkin saja masih bertambah, karena penutupan pendaftaran kan Sabtu akhir pekan ini,” kata Kepala SMP Negeri 1 Jati Kudus Sumaryatun, Rabu (22/6/2022).

Baca: PPDB SMP di Kudus: KK Baru hingga Titik Koordinat jadi Persoalan

Jumlah pendaftar tersebut didominasi pendaftar dari jalur zonasi. Sementara jalur perpindahan tugas orang tua dengan alokasi 11 siswa hingga kini hanya diisi satu pendaftar saja.

”Nanti sisa kuota dari jalur itu secara otomatis masuk ke dalam kuota jalur zonasi yang kebetulan peminatnya cukup banyak,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...