Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kejuaraan Tenis Meja ASEAN

Bawa Pulang 4 Perunggu, Ini Kata Pelatih Timnas Tenis Meja Indonesia

Pelatih Timnas Tenis Meja Indonesia, Lee Kim Wong dan Asisstennya Dony Prasetya Aji tengah berdiskusi bersama Nael Niman, di luar lapangan Island Hall. (Murianews/Budi Erje)

MURIANEWS, Bangkok – Timnas Tenis Meja Indonesia hanya berhasil mendapatkan empat medali perunggu di Southeast Asian Junior & Cadet Table Tennis Championship (SEAJCTTC) 2022. Kejuaraan tenis meja yang berlangsung di Bangkok ini, menjadi salah satu tolok ukur bagi pembinaan tenis meja di Indonesia, juga khususnya PTM Sukun Kudus yang menyumbang banyak pemain.

Empat medali perunggu di SEAJCTTC 2022 didapatkan dari Nomor Beregu Kadet Putra dan Putri, kemudian Beregu Junior Putri dan Tunggal Junior Putri atas nama Siti Aminah. Raihan ini memang masih belum memuaskan. Namun dari berbagai sisi, perolehan empat medali perunggu dianggap sudah maksimal.

Asisten Pelatih Timnas Indonesia Donny Prasetya Aji menyatakan, absennya Indonesia di beberapa kejuaraan yang digelar SEATTA membuat orientasi terhadap kekuatan lawan juga menjadi kurang. Di turnamen SEAJCTTC 2022, pihakya hanya bisa meraba-raba kekuatan lawan dari negara ASEAN lainnya.

Baca: Kalah dari Wakil Singapura, Siti Aminah Hanya Tambah Perunggu

Dengan tidak mengetahui secara pasti kekuatan lawan, akhirnya juga mempengaruhi di dalam menyusun strategi bermain. Selain itu, kiprah pemain-pemain Indonesia yang masih kurang di ajang internasional, membuat penampilanya tidak bisa all-out. Mereka mengalami masalah dari sisi mental bertanding.

”Indonesia terakhir bermain di ajang ini adalah pada 2019 lalu. Sejak itu dunia tenis meja Indonesia seperti stagnan. Tidak ada turnamen dan tidak mengikuti kejuaraan di luar negeri. Tapi hal itu tidak terjadi di Singapura, Thailand atau Malaysia. Mereka harus diakui memang lebih siap dibanding kita,” ujar Dony Prasetya, Rabu (22/6/2022).

Terlepas dari apapun yang terjadi di Bangkok, Dony Prasetya Aji menyatakan tetap akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Khusus para pemain PTM Sukun, pihaknya juga akan melaporkan kepada klub mengenai progress para pemain yang bertanding Bangkok. Bagaimanapun PTM Sukun tetap akan menjadikan SEAJCTTC 2022 sebagai media untuk melakukan evaluasi.

”Meski hasilnya dianggap maksimal, tapi tetap akan ada evaluasi. Terutama pada pemain-pemain PTM Sukun tentu saja,” tambah Doni Prasetya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...