Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jemaah Haji di Tanah Suci Dapat Bimbingan Ibadah dari Petugas

Jemaah Haji di Tanah Suci Dapat Bimbingan Ibadah dari Petugas
Foto: Petugas menyampaikan bimbingan ibadah pada jemaah haji di tanah suci (kemenag.go.id)

MURIANEWS, Kudus – Bimbingan bagi jemaah haji tidak hanya dilangsungkan di Tanah Air sebelum keberangkatan. Namun, selama di Tanah Suci, Jemaah haji juga mendapat bimbingan.

Bimbingan ibadah merupakan bagian dari program Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk membantu jemaah memecahkan problem fiqih haji selama di Arab Saudi. Ratusan jemaah haji dari beragam kelompok terbang mengikuti bimbingan ibadah haji di hotel mereka masing-masing.

”Tiap hari konsultan ibadah keliling ke hotel-hotel. Biasanya dua kloter kami kumpulkan, kita datangkan konsultan ibadah dan kita diskusi bareng,” kata Petugas Haji Bimbingan Ibadah Sektor 3 Daerah Kerja Mekkah, Hadi M Musa Said, di sela-sela bimbingan ibadah Kloter 11 dan 13 Lampung Timur, di Hotel Arrayan Al Nahdi, Mekkah, Selasa (21/6/2022).

Baca juga: Melihat Kesibukan Petugas yang Menangani Koper Jemaah Haji, Harus Hitung dengan Cermat

Konsultan dan pembimbing ibadah juga didatangkan yang memahami karakter lokal daerah. Misalnya bimbingan jemaah asal Lampung kali ini, didatangkan KH Aris Nikmatullah dari Buntet yang di pesantrennya memiliki banyak santri dari Lampung.

”Pendekatan daerah karena setiap karakter daerah berbeda. Ada beberapa yang dibimbingkan misalnya terkait fiqih haji juga terkait perlindungan jemaah dan tips kesehatan jemaah,” ujarnya, dilansir dari laman Kementerian Agama.

Ada beragam permasalahan fiqih yang ditanyakan jemaah. Mulai dari hukum tawaf tanpa berwudu hingga cara menahan kentut. Ada juga jemaah yang bertanya tentang keharusan menjalankan ibadah Tarwiyah juga tentang tawaf tanpa menggunakan kain ihram.

”Untuk tawaf di lantai dasar Kabah, pemerintah Saudi mewajibkan mengenakan pakaian ihram. Ini tidak bisa ditawar. Sama dengan kemarin, tiba-tiba biaya haji dinaikkan. Beruntung Pak Menteri segera menemui Komisi VIII DPR, hingga akhirnya biaya tambahan haji dibayar pemerintah. Kita harus berterima kasih ke Pak Menteri dan Pemerintah. Srilangka dan Cina tahun ini sampai tidak memberangkatkan jemaah karena tambahan dana ini,” ujar KH Aris Nikmatullah.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: kemenag.go.id

Comments
Loading...