Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Empat Desa di Grobogan Bakal Punya Perdes RTRW

Empat Desa di Grobogan Bakal Punya Perdes RTRW
Desa Pahesan, Godong, Grobogan dari atas. (Murianews/Istimewa via Pemdes)

MURIANEWS, Grobogan – Empat desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah kini sedang merancang dan mengusulkan diterbitkannya Peraturan Desa (Perdes) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Keempatnya yakni Desa Pahesan dan Jati Lor di Kecamatan Godong, serta Desa Sedadi dan Lajer di Kecamatan Penawangan.

Kepala Desa Pahesan Annaj Muts Tsaqib menerangkan, perdes RTRW kini masih dalam rintisan. Saat ini, masih dalam tahap verifikasi dari dinas terkait sebelum nantinya diperundangkan.

Baca: Kawasan Makam Ki Ageng Selo Grobogan Dikembangkan

”Itu masih rintisan, baru rancangan untuk dibahas bersama. Prosesnya kemudian diverifikasi dinas dan disempurnakan lagi, baru diundangkan,” ungkapnya, Selasa (21/6/2022).

Menurut Annaj, desa yang dipimpinnya memang sebelumnya sudah berwacara membuat Perdes RTRW, Wacana itu sudah bergulir sejak lama. Apalagi, ada peristiwa para pemilik sawah di wilayahnya yang membuat kapling sepihak, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Grobogan Agus Pri menerangkan, dari empat desa tersebut, dua di antaranya rancangan Perdesnya sudah dikirim ke Pemkab Grobogan untuk dievaluasi.

”Dari desa, rancangan itu masuk ke Bupati melalui Dispermades, nanti Bupati melakukan evaluasi. Timnya yang melakukan evaluasi,” kata Agus.

Namun, Agus lupa detail nama dea yang sudah memasukan rencangan itu. “Dua desanya saya lupa yang mana,” ujar Agus.

Dijelaskan, tim evaluasi itu antara lain yakni Dispermades, Bappeda, DPUPR, dan Bagian Hukum Setda Grobogan. Perdes dibahas oleh lintas sektoral. Sebab, tata ruang yang dikelola desa nanti tidak boleh bertentangan dengan Perda RTRW Kabupaten.

”Tidak boleh bertentangan dengan Perda RTRW kita, seperti lahan sawah berkelanjutan, lahan sawah yang dilindungi, intinya seperti itu. Tapi sampai hari ini belum dievaluasi,” imbuhnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...