Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kejuaraan Tenis Meja ASEAN

Ternyata Ini yang Buat Aminah Kalah Hadapi Tan Zhao Yun Asal Singapura di Semifinal

Pemain Indonesia Siti Aminah (kanan) saat bertanding dengan wakil Singapura Tan Zhao Yun. (Murianews/Budi Erje)

MURIANEWS, Bangkok – Kekalahan Siti Aminah di semifinal tunggal junior putri Southeast Asian Junior & Cadet Table Tennis Championship (SAJCTTC) disesalkan oleh Assisten Pelatih Timnas Indonesia, Dony Prasetya Aji.

Pada laga lanjuta even bergengsi tingkat ASEAN yang digelar di Island Hall, Fashion Island, Bangkok, Selasa (21/6/2022) itu, Siti Aminah kalah 1-4 dari Thao Zha Yun (Singapura).

Meski kecewa, Dony Prastya juga memberikan apresiasi atas capaian yang didapatkan anak asuhnya di PTM Sukun tersebut. Ia pun menilai, dari sisi permainan Siti Aminah sudah menunjukan progress yang baik, sejak bermain di turnamen ini.

Baca: Kalah dari Wakil Singapura, Siti Aminah Hanya Tambah Perunggu

Di pertandingan semifinal, menurutnya kedua pemain yang berhadapan memiliki gaya yang sama, yakni bermain bertahan. Siti Aminah sejak awal memang lebih memiliki style bermain bertahan, dengan keuletan dan kesabaran yang akan menjadi kunci.

Namun dengan gaya bermain seperti ini, memang membutuhkan stamina yang lebih. Pemain juga harus memiliki ketahanan dalam memainkan permainan panjang. Dalam hal ini, pemain juga harus jeli dan tepat dalam mengambik keputusan kapan harus melakukan finishing.

”Kemungkinan besar Aminah mengalami kelelahan. Sehingga dia cepat kehilangan konsentrasi. Akibatnya finishing keliru,” ujar Doni Prasetya Aji, yang selalu mendamping Aminah bermain di setiap pertandingan.

Baca: Lolos ke Semifinal, Siti Aminah Jaga Asa Tambah Medali di SEAJCTTC

Siti Aminah sendiri, menurut Doni, menjadi satu-satunya pemain di Timnas Indonesia yang memiliki waktu bertanding paling lama. Sejak bermain di nomor beregu dan double mix, pemain PTM Sukun ini selalu memainkan game panjang.

Siti Aminah selalu menjalani lima set pertandingan, baik saat mengalami kekalahan ataupun menuai kemenangan. Terakhir pemain ini hanya sekali bisa menang dengan 3-0, yakni saat mengalahkan Patawan (Thailand) di Babak 8 Besar.

Selebihnya, Siti Aminah harus menghabiskan lima set pertandingan. Situasi inilah yang kemungkinan membuat Siti Aminah seperti kehabisan stamina di pertandingan semi final.

Terlepas dari kekalahan itu, Doni Prasetya menyatakan hasil itu tetap harus disyukuri. Timnas Tenis Meja Indonesia di ajang kejuaraan yang digelar SEATTA ini memang masih minim pengalaman.

Materi yang dibawa juga baru kali ini turun di event regional ASEAN. Sejak 2019, bisa dikatakan tenis meja Indonesia tidak mengikuti perkembangan yang muncul di kawasan ASEAN ini.

”Apapun kami tetap bisa memahami hasil yang diperoleh para pemain di Bangkok ini. Kami memerlukan jam terbang lebih banyak lagi. Kali ini memang baru sejauh itu yang bisa dicapai,” tambah Doni Prasetya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...