Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Anak Diperkosa Ayah Tiri di Jepara: Diasuh Sejak Dua Tahun

Anak Diperkosa Ayah Tiri di Jepara: Diasuh Sejak Dua Tahun
Konferensi pers kasus pencabulan anak tiri di Mapolres Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Seorang anak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi korban pemerkosaan ayah tirinya. Ironisnya, korban sudah diasuh tersangka sejak berusia dua tahun.

Saat dihadirkan dalam konfrensi pers di Mapolres Jepara, Selasa (21/6/2022), tersangka mengaku gelap mata dan nafsu. Peristiwa pemerkosaan sendiri dilakukan pada 2018 lalu saat korban berusia 16 tahun.

”Terpaksa. Nafsu (melihat korban, red),” ucap tersangka saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Jepara, Selasa (21/6/2022).

Baca: Ironis, Anak Diperkosa Ayah Tiri di Jepara

Saat melakukan tindak asusila itu, tersangka mengancam akan membunuh korban dan ibunya untuk melancarkan aksinya. Perbuatan bejat itu pun dilakukan sampai empat kali dalam kurun waktu sampai 2021.

Nik ora gelem ngelayani tak pateni kue (Kalau tidak mau melayani, aku bunuh kamu),” katanya mengingat ancaman pada anak tirinya.

Tindak kejahatan seksual itu dilakukan saat ibu korban tidak berada di rumah. Tiga peristiwa dilakukan siang hari dan sekali di malam hari.

Tersangka juga mengaku tak terpengaruh obat-obatan terlarang maupun minuman beralkohol saat melakukan perbuatan bejat itu.

Rentetan mimpi buruk korban akhirnya berhenti. Yakni pada Juni 2022 ini. Saat itu, tersangka mencoba kembali melancarkan aksi bejat yang kelima kalinya.

Korban berhasil melarikan diri dan melaporkan perbuatan setan berwujud ayah tirinya itu pada polisi. Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi mengatakan laporan itu dibuat korban pada 15 Juni 2022.

Mendapati laporan itu, Rozi langsung bergerak mengumpulkan barang bukti dan menangkap tersangka. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti dan memeriksa empat orang, termasuk korban.

”Tersangka ditangkap di rumahnya 19 Juni 2022. Tidak ada perlawanan kepada petugas,” jelas Rozi.

Atas perbuatan itu, Rozi mengancam J dengan Pasal 81 dan/atau Pasal 82 UU Nomor 17/2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...