Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tiga Teroris di Bima Ditangkap, Ini Peranan Mereka

Tiga Teroris di Bima Ditangkap, Ini Peranan Mereka
Ilustrasi penangkapan terduga teroris oleh Densus 88. (CNN Indonesia/Damar)

MURIANEWS, Jakarta – Densus 88 telah menangkap tiga orang teroris di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tiga teroris itu ditangkap di lokasi yang berbeda dalam kurun waktu 09.00 Wita hingga 11.00 Wita.

Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan, ada tiga tersangka yang diamankan oleh densus 88, yakni berinisial S, A dan M. Mereka mempunyai peranan masing-masing dalam melancarkan aksi teror.

Dia mengatakan, S merupakan residivis teroris pada tahun 2013 dan bebas pada Desember 2019. S juga pernah mengikuti pelatihan militer bersenjata api yang dilaksanakan oleh Santoso alias Abu Wardah alias Komandan alias Pakde di Gunung Biru, Desa Tamanjeka, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada April-Mei 2012.

Baca: Densus 88 Tangkap Tiga Orang Terduga Teroris di Bima 

”S Ikut merakit bom rakitan (bom lontong) di rumah kontrakan Jipo Alias Ibeng di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara yang kemudian ditemukan aparat kepolisian pada saat melakukan penangkapan terhadap Jipo di Kalora pada tanggal 31 Oktober 2012,” katanya, dikutip dari detik.com, Selasa (21/6/2022)

Selain itu, S juga pernah terlibat dalam merakit bom yang meledak di Pos Polisi Smaker Jalan Tanjungbulu, Kelurahan Kasintuwu, Kecamatan Poso, Kota Utara, Kabupaten Poso pada 22 Oktober 2012.

”Dan saat ditangkap karena mulai aktif kembali sebagai pemateri daulah dan memberi motivasi melalu seri materi tauhid Aman Abdurrahman kepada kelompok teror Bima,” ujarnya.

Selanjutnya, tersangka kedua, yakni A yang juga merupakan residivis teroris yang bebas pada 19 Februari 2020. Dia disebut pernah menyembunyikan DPO tindak pidana terorisme yaitu Fajar (meninggal dunia) yakni pelaku penembakan anggota Polri atas nama Yamin di Bima.

Baca: Densus 88 Bidik 5 WNI yang Diduga Jadi Fasilitator ISIS

”Dan saat ini ditangkap karena diduga aktif ikut memberikan kajian daulah secara langsung maupun online kepada kelompok JAD Bima, selain itu jiga aktif melakukan pelatihan fisik Idad bersama kelompoknya,” katanya.

Terakhir yakni tersangka M yang disebut aktif mengikuti kajian tersangka S setelah bebas dari penjara. Dia juga pernah melakukan idad fisik dengan mendaki gunung. Serta, dia juga memiliki akses untuk membuat senjata tajam.

”Telah aktif mengikuti kajian S pasca bebas dari penjara yang berisi materi tentang daulah bersama dengan kelompok MR yang telah ditangkap sebelumnya, juga telah melakukan idad fisik berupa long march dan mendaki gunung di beberapa lokasi di Kota Bima, serta diduga memiliki akses untuk pembuatan senjata tajam di pandai besi,” terangnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...