Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Turnamen Tenis Meja BNN di Bali

Dua Atlet Putri PTM Sukun Terjegal di Babak Knock Out

Dua Atlet Putri PTM Sukun Terjegal di Babak Knock Out
Manager PTM Sukun Agus Fredi Pamono saat memberikan arahan kepada Putri Wulandari (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Bali – Dua atlet putri PTM Sukun, Zidna Kautsar dan Putri Wulandari gagal memenuhi harapan di Turnamen Smash on Drugs International Table Tennis Championship 2022 di Bali.

Keduanya digadang-gadang mampu merangsek ke empat besar, namun justru terjegal di fase knock out, Senin (20/6/2022) malam.

Zidna Kautsar lebih dulu mengawali mimpi buruk tunggal putri PTM Sukun. Melawan Atikah dari BNNP Aceh di babak knock out, Zidna harus bertekuk lutut. Ia kalah 3-0 dari Atikah.

Mimpi buruk tunggal putri PTM Sukun pun berlanjut. Putri Wulandari yang bertemu Safirah (BNNP Sulawesi Tengah) di babak knock out juga meratapi nasib serupa.

Putri sendiri sempat tampil meyakinkan pada set pertama. Ia pun beberapa kali membuat lawannya kerepotan dan membawa keunggulan di set pertama.

Namun, Putri yang semula bermain lepas malah terjungkal. Jual-beli serangan pun terjadi pada set-set berikutnya dan membuat Putri tertekan.

Alhasil, hingga pertandingan usai pada set keempat Putri tak mampu membendung permainan Safirah. Akhirnya, Putri takluk dengan hasil akhir 3-1.

Tim nomor tunggal putri pun menyusul tunggal putra PTM Sukun yang gugur lebih dini di babak penyisihan grup. Kini menyisakan nomor ganda putra dan ganda putri yang rencana digelar Selasa (21/6/2022).

Manager PTM Sukun Agus Fredi Pramono mengaku kecewa dengan hasil yang diraih anak asuhnya tersebut. Padahal nomor tunggal putri sangat diunggulkan.

Mulanya, ia berharap para pemain tunggal putri itu mampu merangsek ke babak empat besar.

”Sangat tidak puas dengan hasil ini. Saya sudah ada banyak catatan untuk atlet yang harus diperbaiki dalam latihan pembinaan nanti. Mereka masih perlu banyak belajar menghadapi teknik bola yang dimungkinkan bisa terjadi,” ungkapnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...