Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Melihat Kesibukan Petugas yang Menangani Koper Jemaah Haji, Harus Hitung dengan Cermat

Melihat Kesibukan Petugas yang Menangani Koper Jemaah Haji, Harus Hitung dengan Cermat
Foto: Petugas sedang mengecek dan menghitung koper jemaah haji yang tiba di bandara Jeddah (kemenag.go.id)

MURIANEWS, Kudus – Semua petugas haji memiliki tugas dan tanggungjawab yang berat karena harus melayani puluhan ribu jemaah. Termasuk juga, petugas yang bertanggungjawab untuk menangani koper jemaah haji.

Petugas ini harus menghitung koper jamaah satu persatu. Kemudian, mencatatnya dalam sebuah buku.

Proses menghitung koper ini harus dilakukan dengan teliti. Sebab, jumlah koper harus sesuai dengan form manifes jumlah jemaah yang baru tiba di bandara.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Pembimbing Ibadah bagi Jemaah Haji yang Sakit

”Koper ini harus dihitung dengan cermat berdasarkan jumlah jemaah yang turun per kloter, kalau tidak dihitung kita akan pusing, ke mana koper ini. Alhamdulillah, koper yang ada jumlahnya sama dengan jumlah jemaah sebanyak 393, yaitu jemaah kloter 24 Embarkasi Jakarta,” kata Muhammad Kurnia, petugas haji yang bertugas menyambut dan memastikan koper besar tersebut sesuai dengan jumlah jemaah, Minggu (19/06/2022), seperti dikutip dari laman Kementerian Agama.

Pagi itu ada jemaah yang baru tiba dari Bandara Jeddah. Dari bandara, jemaah haji ini langsung menuju hotel Al Lulua Sektor 3 di Kawasan Raudhah yang menjadi tempat menginap jemaah.

Namun harus dipahami bersama, kalau jemaahnya turun langsung dari pesawat di bandara, tidak bisa membagi koper per rombongan. Soalnya, koper jemaah dibawa oleh mobil box.

Koper tersebut, ujar Kurnia, selanjutnya dibawa pihak hotel dan di antar ke kamar-kamar jemaah menginap.

“Karenanya, kita tidak bisa memilahnya per rombongan. Kita pastikan jumlahnya sesuai atau tidak dengan jumlah jemaahnya,” sambungnya.

Ia mengaku harus cermat mengamati dan menghitung berulang. ”Jangan sampai koper tidak sesuai dengan jemaah yang ada dan harus kami hitung cermat. Ditakutkan nanti jemaah jumlahnya 393 ternyata kopernya 392, nah itu kemana. Itu jadi SOP dan tanggung jawab kami,” tandas Kurnia.

”Jadi, saya hitung berulang kali untuk memastikan jumlahnya sama. Itu harus kita lakukan jangan sampai ketika jemaah komplain kita tidak bisa jawab,” sambungnya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: kemenag.go.id

Comments
Loading...