Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Turnamen Tenis Meja BNN di Bali

Tunggal Putra PTM Sukun Rontok

Tunggal Putra PTM Sukun Rontok
Rio Dwi Marsha saat bertanding di Turnamen Smash On Drug Interntional Table Tennis Championship 2022 di Bali (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Bali – PTM Sukun dipastikan tak bisa membawa pulang medali di nomor tunggal putra pada Turnamen Smash On Drug Interntional Table Tennis Championship 2022 BNN di Bali, Minggu-Rabu (19-22/6/2022).

Tiga jagoan tunggal putra PTM Sukun gagal lolos di fase penyisihan Grup. Bayu Santika dan Affan Mauludana lebih dulu meratapi nasib buruk. Terakhir Rio Dwi Marsha juga gagal memetik hasil positif.

Rio yang jadi harapan terakhir di nomor tunggal putra itu gagal dalam pertandingan, Senin (20/6/2022). Atlet muda PTM Sukun itu harus mengakui keunggulan Imam Qurtubi dari Kalimantan Selatan. 

Di pertandingan itu Rio masih belum menunjukan kepercayaan dirinya. Menghadapi pemain yang lebih senior, atlet berusia 14 tahun itu tumbang 3-0 dari lawannya.

Pada pertandingan kedua melawan Janu Putra (DIY), Rio sebenarnya sudah mulai menunjukan kepercayaan dirinya. Berulang kali, Rio mencoba membalas poin lawannya itu.

Tapi apa daya, pengalaman berbicara di atas meja. Rio pun dipaksa bertekuk lutut dengan skor 3-0 dari Janu. Dua kekalahan itu pun memaksa Rio melepaskan mimpinya lolos ke fase knock out.

Pertandingan ketiga Rio melawan tuan rumah, Ogik pun tak digelar. Sebab, laga itu tak akan memberi pengaruh untuk penentuan lolos ke fase knock out.

Meski tak ada tunggal putra yang lolos ke fase knock out, Manager PTM Sukun Agus Fredi Pramono tetap mengapresiasi permainan atletnya.

Ia pun memahami karena Rio masih tergolong kategori kadet atau berusia di bawah 15 tahun. Rio sengaja diikutsertakan untuk melatih mental bertarung. Dalam turnamen itu, Rio juga dikenalkan atmosfer tenis meja senior bergengsi.

”Dari usia kadet ini, saya ingin Rio bisa lebih berkembang dan cepat untuk beradaptasi menuju ke senior. Untuk melatih mental dan mengenalkan atmosfer lapangan kelas elitnya tenis meja,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menyebut, telah memiliki catatan sejumlah aspek yang harus diperbaiki terhadap performa-performa bertanding anak asuhnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...