Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mau Adopsi Bayi dalam Plastik di Grobogan, Ini Syaratnya

Mau Adopsi Bayi dalam Plastik di Grobogan, Ini Syaratnya
Bayi ditemukan dalam tas kresek di Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (19/6/2022). (Istimewa/Polsek Purwodadi).

MURIANEWS, Grobogan – Beberapa warga diketahui meniat untuk mengadopsi bayi yang ditemukan dalam plastik di Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon orang tua asuh si bayi malang tersebut. Itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Grobogan Edy Santoso.

”Syaratnya banyak. Tidak hanya foto kopi KK dan KTP, ada juga banyak surat pernyataan, antara lain paling tidak sudah menikah 5 tahun dan belum memiliki anak,” papar Edy, Senin (20/6/2022).

Baca: Polisi Buru Pembuang Bayi dalam Plastik di Nambuhan Grobogan

Selain itu, agama si jabang bayi juga disesuaikan dengan lokasi penemuan. Dalam hal ini, karena ditemukannya di Desa Nambuhan, Purwodadi yang mayoritas Islam, maka calon orangtuanya nanti juga harus beragama Islam.

”Masyarakat di sekitar agamanya apa, kalau memang Islam ya berarti calon orangtuanya harus Islam. Kemudian ada SKCK juga. Saya tidak hafal (detailnya). Nanti ada sidang di pengadilan juga,” ungkapnya.

Meski demikian, Edy menyebut proses hukum dari peristiwa penemuan bayi tersebut harus selesai lebih dulu. Sebab, bayi malang itu masih jadi barang bukti kasus hukum yang ada.

Bayi malang itu sendiri masih di dr Raden Soedjati Soemodiardjo Purwodadi untuk mendapatkan perawatan.

”Itu kan masih kasus penyelidikan, seperti kasus hukum yang belum terselesaikan. Sekarang masih di rumah sakit, tidak berani menjawab siapa (yang akan mengadopsi),” kata Edy.

Sebagaimana diberitakan, bayi laki-laki ditemukan di sebuah warung di Desa Nambuhan, Purwodadi, Grobogan, Minggu (19/6/2022) sekitar pukul 15.10 WIB.

Bayi itu diduga baru 5 jam setelah dilahirkan, sebelum ditaruh di bangku warung. Sebab, masih ada ari-ari di pusarnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...