Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

1.633 Hewan Ternak di Pati Terindikasi PMK, Bupati Pati: Banyak yang Sembuh

1.633 Hewan Ternak di Pati Terindikasi PMK, Bupati Pati: Banyak yang Sembuh
Rapat penanganan PMK di Ruang Penjawi, Senin (20/6/2022). (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Sebanyak 1.633 hewan ternak di Pati, Jawa Tengah, terindikasi terkena penyakit mulut dan kuku (PMK). Hewan-hewan ternak ini terdiri dari 1.592 ekor sapi, 35 ekor kerbau dan 6 kambing.

Meski pun banyak hewan ternak yang terindikasi PMK, Bupati Pati Haryanto meminta kepada masyarakat untuk tidak khawatir. Pasalnya dari seribu lebih hewan ternak itu banyak yang sudah sembuh.

Itu diungkapkan Haryanto selepas memimpin rapat penanganan PMK di Ruang Penjawi, Senin (20/6/2022).

Baca: 270 Atlet Ambil Bagian di Kejurprov Catur di Pati

”Setelah mengevaluasi ribuan hewan ternak di Kabupaten Pati, ternyata hanya beberapa yang mati. Jadi banyak yang sembuh,” ujar Haryanto.

Berdasarkan catatan Dinas Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dari 1.633 hewan ternak, 690 ekor dinyatakan sembuh, 11 ekor sapi mati, 9 sapi dan 35 kerbau dipotong paksa. Sementara sisanya masih penanganan.

Kabid Peternakan Dispertan Pati, Andi Hirawadi menambahkan, banyaknya kasus PMK di Pati ini disebabkan karena penyebaran yang semakin cepat, khususnya lewat udara.

Meskipun kasusnya bertambah, kabar baiknya seluruh kabupaten/kota se Jawa Tengah hingga kini belum ditetapkan sebagai daerah wabah PMK.

”Hampir sama seluruh Jateng sudah tidak terlewatkan karena penularan dari udara lebih cepat. Tapi Pati lebih rendah dibandingkan Rembang dan Grobogan. Kalau status wabah yang menetapkan Kementerian. Jateng belum ada status,” katanya.

Andi juga menegaskan jika daging ternak yang terjangkit wabah PMK masih bisa dikonsumsi baik daging maupun jeroannya. Asalkan dimasak dengan benar.

Cara memasaknya, yakni direbus dengan bersuhu di atas 100 derajat. Merebusnya pun minimal selama 30 menit.

”Virus PMK juga hanya menular kepada sesama hewan ternak saja, tidak kepada manusia,” kata dia.

Hanya saja manusia bisa menjadi perantara penularan virus ini kepada hewan. Oleh karenanya masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati bila bertandang ke kandang yang ternaknya terpapar virus PMK.

Para peternak juga dihimbau untuk meningkatkan kekebalan hewan melalui pemberian vitamin bubuk maupun herbal seperti empon-empon dan madu.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...