Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Metro Jateng

Ganjar Pastikan PPDB SMA/SMK Tak Ada Kendala

Gubernur Ganjar Pranowo memantau PPDB di SMAN 5 Semarang. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Tengah dipastikan aman tanpa kendala. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan hal ini.

Ganjar menegaskan, sejak dibuka pada 15 Juni 2022, proses PPDB tak menemui kendala berarti. Pihak pelaksana juga menyiapkan desk khusus untuk membantu calon peserta didik yang kesulitan mendaftar online.

”Lancar sih, ada beberapa kesulitan menginput. Sehingga ada satu desk kita siapkan untuk membantu,” kata Ganjar di sela meninjau PPDB di SMAN 5 Semarang, Senin (20/6/2022).

Ganjar juga meminta orang tua siswa mendampingi anaknya untuk menentukan sekolah yang akan dipilih dan sekolah alternatif. Sehingga ketika pengumuman dan tidak diterima di sekolah yang dituju tidak akan panik.

”Biasanya pas pengumuman nanti pada panik, sekolah di manapun bisa. Mau di negeri 1, 3, atau swasta itu sama saja. Agar anak-anak punya semangat belajar yang tinggi,” katanya.

Baca: PPDB SMA di Kudus, Banyak yang Asal Tentukan Koordinat Rumah

Ganjar mengatakan, para calon peserta didik dan orang tua jangan bergantung pada satu sekolah yang dipilih. Sebab dengan sistem zonasi akan memperketat proses seleksi.

”Kita mengingatkan kalau sudah input data jangan lupa daftar, diinfokan. Bahkan tadi (di SMAN 5 Semarang, red) dimintain nomor telponnya,” kata Ganjar.

Suyanta, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng mengatakan, sampai hari ini keluhan yang diterima terkait PPDB hanya terkait teknis. Dari pihak sekolah, kata Suyanta juga menyiapkan desk bantuan untuk melayani kesulitan orangtua dan calon peserta didik.

”Secara umum pihak dinas pendidikan bersama tim dan sekolah ini berusaha melayani PPDB dengan baik. Teknis maupun nonteknis disiapkan,” tegasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...