Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Turnamen Tenis Meja BNN di Bali

Jadi Tumpuan Akhir Tunggal Putra PTM Sukun, Rio Tak Gentar

Jadi Tumpuan Akhir Tunggal Putra PTM Sukun, Rio Tak Gentar
Rio Dwi Marsha atlet PTM Sukun berusia muda yang terjun di Turnamen Smash On Drug International Table Tennis Championship 2022, di Bali. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – PTM Sukun tinggal menyisakan Rio Dwi Marsha Maulidi di nomor tunggal putra di babak penyisihan grup Turnamen Smash on Drugs International Tabel Tennis Championship 2022.

Itu setelah dua andalan PTM Sukun, Affan Mauludana dan Fachrur Rozy gagal lolos di babak penyisihan grup. Rio sendiri dijadwalkan bertanding malam ini, Senin (21/6/2022).

Di babak penyisihan grup ini, Rio berada di Pool A47. Ia nantinya bertemu tuan rumah Ogik dan Janu Putra (DIY), serta Imam Qurtubi (Kalsel).

Atlet PTM Sukun berusia 14 tahun tersebut tak sabar menanti pertandingan. Ia mengaku tak gentar meski lawan-lawannya berstatus atlet senior. Rio punya cara tersendiri untuk menghadapi laga di babak penyisihan grup nanti.

Ia mengaku belum pernah berhadapan atlet-atlet senior yang berusia di atasnya dalam turnamen. Meski demikian, itu tidak menjadi masalah atau beban berat saat bertanding nanti.

Dalam pertantingan nanti, Rio akan menganggap lawannya seusia dengannya. Ia pun berusaha semaksimal mungkin dalam lagan anti agar memperoleh hasil memuaskan.

”Kalau lawan senior belum pernah, seringnya sama kadet (u-15). Tapi yang terpenting jangan menyerah, usaha sebisa mungkin dan tetap fokus saat bermain,” katanya, Senin, (20/6/2022).

Sementara Manager PTM Sukun Agus Fredi Pramono mengatakan, PTM Sukun sengaja menerjunkan atlet-atlet muda dalam pertandingan di Bali kali ini. Apalagi, saat ini atlet binaan PTM Sukun secara umum telah memiliki performa bertanding yang cukup matang.

”Meski memang belum saatnya, tapi sedini mungkin sudah kami kenalkan dengan elitnya tenis meja senior. Itu akan bagus untuk meregenerasi dan menyiapkan lapis atlet – atlet senior sedino mungkin. Apalagi di PTM Sukun itu pembinaan atlet, sehingga pertandingan ini juga bisa memantapkan skil yang dimiliki atlet,” jelasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...