Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Selain Cuti Melahirkan, RUU KIA Juga Mengatur Cuti 40 Hari Bagi Suami

Selain Cuti Melahirkan, RUU KIA Juga Mengatur Cuti 40 Hari Bagi Suami
Suami saat mendampingi istrinya melahirkan (pixabay)

MURIANEWS, Jakarta – Dalam draf Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) selain terdapat cuti melahirkan selama paling sedikit 6 bulan, ternyata di dalamnya juga terdapat cuti 40 hari bagi suami yang mendampingi istrinya saat melahirkan. Hal itu tertuang dalam Pasal 6 Ayat 2 RUU KIA.

Inisiator RUU KIA dari Fraksi PKB Luluk Nur Hamidah mengatakan, RUU ini mengatur secara eksplisit dan tegas yang terkait dengan hak cuti bagi ibu melahirkan selama 6 bulan dengan gaji penuh di 3 bulan pertama dan 75% gaji di 3 bulan terakhir. Selain itu juga soal paternal leave atau cuti bagi Ayah selama 40 hari.

”Cuti bagi ayah ini belum ada aturannya di UU Ketenagakerjaan, kecuali hanya diatur 2 hari untuk suami yang istrinya melahirkan dan tetap dibayar. Sementara di RUU KIA ini diberikan haknya 40 hari,” terangnya, dikutip dari Sindonews.com, Senin (20/6/2022).

Baca: RUU KIA: Cuti Melahirkan Paling Sedikit 6 Bulan

Luluk juga menjelaskan, dalam mengharmonisasi RUU ini, pihaknya hanya melihat referensi atau rujukan. Selain hak konstitusional ibu dan anak dalam Pasal 28A, 28 B, 20 dan 21 Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), ada juga UU No. 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak yang sudah sangat tua usianya.

”Dan pasti kita memang sedikit banyak akan banyak melakukan pendalaman dan diskusi yang terkait dengan UU Ketenagakerjaan kaitannya dengan RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak,” terangnya.

Baca: Kronologi Mahasiswi Buang Bayi, Saat Melahirkan Dibantu Pacar

Luluk melanjutkan, bagi ibu yang keguguran juga punya hak untuk mendapatkan cuti atau istirahat selama 1,5 bulan dan suami juga mendapatkan hak untuk mendampingi bagi istrinya yang keguguran selama 7 hari.

Luluk menegaskan, kesejahteraan ibu dan anak pasti ini akan menjadi satu sistem yang memiliki satu kesatuan dengan anak. Kualitas kesehatan bagi ibu ini bukan hanya urusan ibu seorang, sehingga harus diperhatikan bagaimana kondisi kehamilan dan pasca kehamilan.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Sindonews.com

Comments
Loading...