Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Info Kepri

Petani Sawit Riau Diserang Preman Bayaran, Anak-anak Jadi Korban

Petani Sawit Riau Diserang Preman Bayaran, Anak-anak Jadi Korban
Ilustrasi

MURIANEWS, Kampar – Ratusan petani sawit di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Kepulauan Riau (Kepri) diduga diserang oleh sekelompok preman bayaran. Aksi penyerangan itu tergolong brutal, lantaran terdapat anak-anak yang justru menjadi korban.

Para petani sawit itu tergabung dalam Koperasi Produsen Petani Iyo Basamo Desa Terantang. Mereka telah memenangkan dualisme kepengurusan koperasi berdasarkan keputusan dari pengadilan. Sehingga mereka bersepakat untuk mempertahankan lahannya tersebut.

Ketua Koperasi Produsen Petani Iyo Basamo, Yuslianti mengatakan, aksi penyerangan itu diduga dilakukan oleh preman bayaran. Sebab, warga setempat tidak ada yang mengetahui para pelaku tersebut.

”Kami tidak tahu siapa mereka, tapi tiba-tiba menyerang warga. Mungkin preman bayaran,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Senin (20/6/2022).

Baca: Ratusan Petani Sawit di Riau Diserang Kelompok Preman Bayaran

Yuslianti menegaskan bahwa dalam aksi penyerangan itu, setidaknya ada 20 orang yang menjadi korban. Mereka mengalami luka bacok, bahkan ada yang di bagian kepala. Kemudian ada juga yang terkena luka sayatan di leher.

”Anak-anak ada tiga orang, dan ada bayi juga. Kondisi warga, ada yang kena luka sayatan di leher, luka di kepala. Ada juga satu korban yang masih di rawat di IGD,” imbuhnya.

Salah satu korban, Ima (45), mengalami luka lebam di leher terkena lemparan batu dari pelaku.

Baca: Gegara Jokowi, Petani Sawit Riau Menangis 

”Leher saya bengkak, karena dilempar batu sama kelompok yang menyerang kami,” katanya.

Ia mengaku ketakutan saat melihat gerombolan pria itu menyerang pakai samurai.

”Mereka mengayun-ayunkan samurai ke kami. Saya sendiri sangat ketakutan,” beber Ima.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...