Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Perlukah Tekanan Angin Ban Motor Dikurangi saat Musim Hujan? Ini Penjelasannya

Perlukah Tekanan Angin Ban Motor Dikurangi saat Musim Hujan? Ini Penjelasannya
Foto: Teknisi sedang mengecek kondisi ban motor (astramotor.co.id)

MURIANEWS, Kudus – Tekanan angin ban motor selama ini masih kurang mendapat perhatian serius. Padahal, tekanan angin ini juga menjadi salah satu faktor keselamatan saat berkendara di jalan raya.

Ukuran tekanan angin ban ini hendaknya perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca. Di mana, saat cuaca hujan atau kering, ukuran tekanan angin ini sebaiknya tidak sama karena kondisi jalannya menjadi berbeda.

Saat musim hujan, kondisi jalan menjadi basah dan licin sehingga pengendara harus lebih berhati-hati. Ketika musim hujan, banyak yang memilih untuk mengurangi ukuran tekanan angin ban motor karena dinilai lebih aman dan nyaman.

Baca juga: Mau Gunakan Ban Dual Purpose untuk Motor Kesayangan? Ketahui Kelebihan dan Kekurangannya

Benarkah tekanan angin ban motor ini perlu dikurangi saat musim hujan? Melansir dari laman Astramotor.co.id, Senin (20/6/2022), ketika membeli sebuah kendaraan baru, Anda pasti mendapatkan buku pabrikan.

Di dalam buku tersebut terdapat banyak informasi apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, besaran beban yang boleh diangkut pada motor sampai informasi mengenai tekanan ban yang ideal pada motor.

Nah, biasanya tekanan angin ban motor ini sudah direkomendasikan antara 29 psi untuk roda depan dan 33 psi pada roda belakang motor. Kapasitas angin pada ban motor ini dianggap sudah cukup ideal.

Dengan begitu akan membuat Anda lebih nyaman dan aman dalam berkendara. Dengan menerapkan tekanan angin ban motor yang ideal akan menjauhkan Anda dari risiko terpeleset di jalan dan juga memperpanjang usia pakai dari ban tersebut.

Dengan mengetahui tekanan ban yang ideal, lain halnya untuk musim penghujan sendiri. Karena pada musim hujan disarankan untuk mengurangi tekanan ban motor. Anda diperbolehkan untuk mengurangi tekanan ban jika memang dibutuhkan. Namun tetap dengan batas yang telah ditentukan.

Maksimal pengurangan tekanan angin ban motor tersebut hanyalah 2 psi. Artinya, jika di hari biasa Anda berkendara dengan tekanan 29 psi untuk roda depan, maka pada musim penghujan Anda bisa menurunkannya di angka 27 psi. Demikian berlaku juga untuk ban belakang boleh diturunkan hingga ke angka 31 psi.

Dengan mengurangi tekanan angin pada ban ini maka membuat daya cengkram ban motor jauh lebih kuat saat melewati jalanan yang licin. Karena jika tekanan angin pada ban tinggi menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan. Hal ini karena pada saat kondisi ban bertekanan tinggi membuat kondisi ban selip atau hilangnya kontrol pada komponen ban.

Dengan sekilas penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pada saat musim penghujan, maka tekanan angin ban motor harus dikurangi. Pastikan untuk tidak berkendara dalam kecepatan tinggi saat melewati jalanan yang basah, licin atau saat sedang turun hujan.

Berkendaralah dengan kecepatan standar dan memperhatikan kondisi jalanan sekitar. Dengan demikian, berapa pun tekanan ban motor yang Anda kendarai akan tetap membawa Anda selamat sampai ke tujuan.

Selain itu, jika tak mau repot-repot mengurangi tekanan angin ban motor setiap kali akan berkendara di musim hujan. Anda bisa mengganti ban motor yang sekarang dengan jenis ban dual purpose. Di mana ban tersebut dapat digunakan untuk berkendara di medan on road maupun off road.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: astramotor.co.id

Comments
Loading...