Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO DIY

Terjangkit Leptospirosis, Empat Warga Gunungkidul Meninggal

Terjangkit Leptospirosis, Empat Warga Gunungkidul Meninggal
Foto seseorang yang terinfeksi bakteri leptospirosis akibat dari kencing tikus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Gunungkidul – Penyakit leptospirosis tampaknya perlu mendapat perhatian serius dari banyak pihak. Ini, menyusul adanya warga yang meninggal akibat leptospirosis.

Korban meninggal karena leptospirosis adalah empat warga di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Sedangkan kasus warga yang terjangkit leptospirosis hingga pertengahan Juni 2022 sebanyak 22 orang.

Jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Data dari Dinas Kesehataan Gunungkidul, sejak 2018-2021, dalam setahun kisarannya paling banyak terjadi tahun lalu dengan jumlah 17 kasus dan empat orang meninggal dunia.

Baca juga: Kencing Tikus Berbahaya Saat Musim Banjir, Ini Penjelasannya

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, tren kasus leptospirosis mengalami peningkatan. Menurut dia, selama turun hujan, penyakit ini masih bisa bertambah.

Hal ini sejalan dengan adanya fenomena kemarau basah sehingga masyarakat, khususnya warga yang bekerja di sektor pertanian agar lebih berhati-hati terhadap penyebaran penyakit ini. Terlebih lagi, media penularan menggunakan air yang diduga tercampur dengan air kencing tikus.

”Kalau masih hujan maka sangat berpotensi terjadi penularan,” kata Dewi, dikutip dari Solopos.com, Minggu (19/6/2022).

Dia menjelaskan, hingga pertengahan tahun ini sudah ada 22 kasus. Empat warga terjangkit di antaranya meninggal dunia.

Adapun pada 2021, hanya ada 17 kasus, dengan korban meninggal empat orang.

”Tertinggi masih di 2017 dengan 64 kasus dan 17 orang meninggal dunia. Tapi memang, sekarang ada tren kenaikan dan jumlah kasusnya masih bisa bertambah,” ungkapnya.

Untuk sebaran kasus, Dewi belum bisa memaparkan secara rinci. Meski demikian, warga yang terjangkit didominasi oleh petani.

”Rincian kasus ada di bidang, saya tidak hafal. Yang jelas, kasus didominasi di wilayah pertanian,” katanya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: solopos.com

Comments
Loading...