Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pemerintah Siapkan Pembimbing Ibadah bagi Jemaah Haji yang Sakit

Pemerintah Siapkan Pembimbing Ibadah bagi Jemaah Haji yang Sakit
Foto: Petugas kesehatan haji sedang membantu jemaah haji di Masjid Nabawi, Madinah (kemenag.go.id)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap jemaah haji yang sakit di Tanah Suci. Di mana, pemerintah akan memberikan layanan bimbingan ibadah dan pendampingan bagi jemaah sakit yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), baik yang di Madinah, Makkah, dan Jeddah.

Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Minggu (19/6/2022).

Akhmad Fauzin mengungkapkan, sampai dengan Sabtu (18/6/2022), jumlah jemaah haji Indonesia yang sakit sebanyak 90 orang. Dari jumlah ini, 65 orang menjalani rawat jalan, 24 orang dirawat di KKHI, dan 1 orang dirawat di RSAS Madinah.

Baca juga: Alhamdulillah, Jemaah Haji Indonesia Gelombang II Sudah Mendarat di Jeddah

Terkait hal ini, pemerintah akan memberikan layanan bimbingan ibadah dan pendampingan bagi jemaah sakit. Pendampingan antara lain terkait cara bersuci dan tayamun, cara melaksanakan shalat, serta membimbing doa-doa dan zikirnya.

”Termasuk mendampingi guna memberikan rasa nyaman dan tenang kepada jemaah sakit. Di samping itu juga memberikan pemahaman bahwa pada waktunya wukuf, jemaah akan disafariwukufkan,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede.

”Pemerintah setiap saat hadir serta bertanggung jawab mensafariwukufkan seluruh jemaah sakit yang dapat dibawa ke Arafah. Pemerintah bertanggung jawab memberikan pendampingan kepada seluruh jemaah yang sakit dan  mensafariwukufkan,” sambungnya.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag RI ini menjelaskan, kondisi cuaca di Arab Saudi saat ini sangat panas. Di mana, suhu tertinggi mencapai 46 derajat celsius dan suhu terendah 35 derajat celsius.

”Kami selalu mengimbau kepada jemaah haji Indonesia untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jangan menunggu haus untuk minum, menjaga kesehatan dengan makan tepat waktu serta istirahat yang cukup,” ujar Akhmad Fauzin.

”Tetap selalu memakai masker ketika berkumpul di ruangan terutama ketika di masjid, baik di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Kepada seluruh petugas untuk selalu mengingatkan kepada jemaah, begitu juga jemaah saling mengingatkan antara yang satu dengan yang lain demi kesehatan bersama,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: kemenag.go.id

Comments
Loading...