Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Turnamen Tenis Meja BNN di Bali

Ambil Tajuk Smash on Drug, BNN Ajak Generasi Muda Perangi Narkotika

Pembukaan turnamen Smash on Drug di Bali (Murianews/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Bali – Turnamen tenis meja besutan BNN bertajuk Smash on Drug Interntional Table Tennis Championship 2022 di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana Bali, secara resmi telah  dibuka pada Minggu, (19/6/2022) pagi. Turnamen berlangsung selama empat hari mulai, Minggu – (19 -22/6/2022).

Secara resmi pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan bola pertama oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI),  Petrus Reinhard Golose.

Rencananya di turnamen kali ini, hari pertama digunakan untuk babak penyisihan. Kemudian, dilanjutkan pada Senin (20/2/2022) dilanjutkan dengan babak perempat final. Keesokan harinya, Selasa (21/6/2022) babak semifinal dan akan dilanjutkan final pada Rabu (22/6/2022).

Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan,  even ini digelar dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2022. Turnamen tenis meja kali ini digelar untuk membangun spirit generasi muda dalam memerangi narkotika

”Jadi mari bersama-sama kita perang terhadap narkotika. Lindungi generasi muda,” katanya saat sambutan.

Ia menjelaskan, turnamen Smash On Drug ini, diibaratkan bola sebagai narkotika dan bed sebagai ‘senjata’ untuk memerangi narkotika. Terlebih even ini diikuti dari enam negara, seperti Indonesia,  Malaysia, Korea Selatan, Singapura, Thailand hingga India.

”Tunjukkan sportifitas saat bertanding di turnamen ini,” jelasnya.

Diketahui, PTM Sukun juga menjadi bagian dari turnamen kali ini. Ada lima atlet yang diterjunkan, mereka yakni Affan Mauludana Pratama, Bayu Santika Putra, Rio Dwi Marsha Maulidi dikategori putra. Kemudian, di kategori putri ada Zidna Kautsar dan Putri Deni Wulandari.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...