Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pusing Minyak Goreng Mahal? Ini Alternatif Masak Tanpa Digoreng yang Bisa Jadi Solusi

Pusing Minyak Goreng Mahal? Ini Alternatif Masak Tanpa Digoreng yang Bisa Jadi Solusi
Foto: Alternatif masak tanpa digoreng (Gambar oleh Christo Anestev dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Mahalnya harga minyak goreng beberapa waktu lalu sempat bikin ibu-ibu pusing. Pasalnya, minyak goreng merupakan kebutuhan rutin tiap hari.

Menghadapi kondisi seperti ini, sebaiknya tidak perlu khawatir. Sebagai solusi, masih bisa masak tanpa harus digoreng pakai minyak.

Hasil masakan tanpa minyak goreng ini juga tidak kalah lezatnya. Berikut ada alternatifnya, seperti dikutip dari laman Hello Sehat, Sabtu (18/6/2022).

Baca juga: Dear Emak-Emak, Ini Cara Memasak Sayuran yang Tepat agar Gizinya Tak Hilang

Mengukus

Lauk yang dikukus alias ditim, misalnya daging ikan dan ayam, memiliki kadar lemak dan kolesterol yang lebih rendah. Selain itu, masak lauk-pauk dengan cara dikukus juga bisa membuat lauk pilihan Anda menjadi lebih harum.

Membuat pepes

Masakan berbahan ikan, jamur, dan tahu bisa tetap terasa gurih tanpa harus digoreng. Caranya, olah makanan ini dengan bumbu dan rempah di dalam balutan daun pisang. Kukuslah selama beberapa menit hingga ikan matang menjadi pepes yang lezat.

Bacem

Masakan khas Jawa Tengah ini biasanya memakai tempe atau tahu. Baluri tempe atau tahu dengan bumbu, rempah, dan gula merah. Rebus bacem selama beberapa menit agar cita rasanya meresap, lalu kukus sebentar sebelum dihidangkan.

Membuat semur

Semur bisa menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan masakan yang digoreng. Hidangkan daging sapi, ayam, telur, atau tahu dalam semur kecap yang manis. Jangan lupa tambahkan kentang atau sayuran untuk menambah asupan serat dan vitamin.

Memanggang

Kalori dan kandungan lemak pada lauk yang dipanggang lebih rendah daripada lauk yang digoreng. Jadi, sekali-kali cobalah memanggang daging ayam, bebek, sapi, atau ikan dalam oven. Balurkan bumbu dari madu, cabai, dan lemon agar lebih segar.

Menumis

Teknik pengolahan makanan satu ini mirip dengan menggoreng, tapi tanpa memakai banyak minyak. Memasak dengan cara menumis biasanya juga lebih singkat sehingga dapat menjaga kualitas kandungan gizi, aroma, dan cita rasa suatu makanan.

Merebus

Anda dapat menggunakan teknik merebus untuk beragam bahan makanan, misalnya untuk membuat telur rebus saat sarapan pada pagi hari. Dengan teknik ini, Anda bisa mematangkan bahan makanan tanpa tambahan lemak jenuh dan kolesterol.

Anda bisa menemukan makanan yang digoreng di mana saja. Maka dari itu, tidak heran bila banyak orang kesulitan untuk sepenuhnya menghindari makanan ini. Terlebih lagi menggoreng merupakan teknik yang praktis dan murah-meriah.

Satu-satunya cara yang paling mungkin Anda lakukan yakni mengolah makanan dengan teknik yang bervariasi. Dengan begitu, Anda bisa membatasi asupan kolesterol dan lemak jenuh sambil secara perlahan menghindari konsumsi gorengan.

Beberapa orang mungkin merasa kurang sreg bila makan nasi tanpa lauk gorengan. Lauk-pauk yang digoreng memang menggugah selera, tapi sering makan gorengan berdampak buruk bagi kesehatan.

Mengapa makanan yang digoreng berbahaya bagi kesehatan?

Anda sebenarnya boleh makan makanan yang digoreng asalkan dalam jumlah yang wajar. Sayangnya, beberapa orang kadang tidak menyadari bahwa ia sudah berkali-kali mengonsumsi gorengan dalam sehari.

Patut diingat bahwa makanan yang digoreng mengandung lemak dan kolesterol dalam jumlah yang sangat tinggi. Konsumsi secara rutin atau berlebih membuat Anda berisiko lebih besar untuk mengalami berbagai masalah kesehatan di bawah ini.

Obesitas

Satu potong gorengan bisa menyerap minyak sebanyak 5 mL. Konsumsi gorengan dalam jumlah berlebihan tentu akan menumpuk minyak dan lemak di dalam tubuh. Akibatnya, Anda lebih rentan mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.

Stroke

Makan lauk yang digoreng beberapa kali seminggu bisa meningkatkan risiko stroke. Pasalnya, kandungan lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi pada gorengan bisa meningkatkan kadar kolesterol dan memicu penyumbatan arteri.

Penyakit jantung koroner

Konsumsi gorengan tinggi kolesterol dan lemak jenuh bisa memicu pembentukan plak arteri yang merupakan awal dari penyakit jantung koroner. Dengan mengolah masakan tanpa digoreng, Anda memperkecil risiko untuk terserang penyakit ini.

Diabetes

Penyakit diabetes berkaitan dengan pola makan tinggi gula dan lemak. Lemak trans pada gorengan dapat membuat gula darah naik secara drastis. Selain itu, lemak yang menumpuk juga mempersulit kerja hormon insulin dalam mengontrol gula darah.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Comments
Loading...