Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bisakah Melahirkan Normal dalam Kondisi Janin Terlilit Tali Pusar? Ini Jawabannya

Bisakah Melahirkan Normal dalam Kondisi Janin Terlilit Tali Pusar? Ini Jawabannya
Foto: Ilustrasi wanita hamil (Gambar oleh Rebecca Scholz dari Pixabay)

MURIANEWS, Kudus – Janin yang berada dalam kandungan adakalanya mengalami masalah. Salah satunya adalah janin terlilit tali pusar.

Saat mengetahui hal ini, biasanya orang tua sering merasa khawatir. Terutama soal persalinannya nanti.

Kebanyakan mereka bertanya apakah bisa melahirkan secara normal dalam kondisi janin yang terlilit tali pusar itu. Tak sedikit, orang tua yang memutuskan untuk melakukan tindakan operasi caesar saat melahirkan buah hatinya nanti.

Baca juga: Ini Tips Mengendalikan Rasa Takut Melahirkan yang Penting Diketahui

Lantas, bagiamana sebaiknya jika mengalami kondisi ini? Melansir dari laman Hello Sehat, Sabtu (19/6/2022), American Journal of Obstetrics & Gynecology melaporkan bahwa sekitar 20 persen janin terlilit tali pusar.

Hal ini tentunya membuat Anda khawatir dan bertanya-tanya, masihkah ada kesempatan untuk bisa lahir normal dengan posisi bayi terlilit tali pusar?

Bahaya atau tidak kalau janin terlilit tali pusar?

Tali pusar adalah sebuah selang yang memanjang dari perut bayi hingga ke plasenta. Selang ini berfungsi menyalurkan darah, oksigen, dan nutrisi yang bayi butuhkan untuk berkembang.

Dengan kata lain, tali pusar adalah sumber kehidupan bayi agar dapat bertahan hidup selama berada di dalam kandungan. Lilitan tali pusar sering kali terjadi di leher janin, meski tangan, kaki, serta anggota badan lainnya juga bisa menjadi sasaran.

Biasanya, ini terjadi karena gerakan janin yang tak menentu. Namun, beberapa faktor lain bisa meningkatkan risiko melilitnya tali pusar, seperti tali pusar yang terlalu panjang atau masalah pada cairan ketuban, terutama kelebihan cairan ketuban.

Cairan ketuban yang berlebih memungkinkan janin lebih banyak bergerak. Jika bayi Anda terlilit tali pusar, Anda mungkin bertanya-tanya apakah kondisi ini berbahaya dan memungkinkan untuk bisa lahir normal.

Faktanya, lilitan tali pusar pada janin tidak selalu berbahaya. Umumnya, bayi yang hanya memiliki satu lilitan tali pusar tidak mengalami masalah apapun.

Apalagi, tali pusar memiliki selaput pelindung lunak (jeli Wharton) yang dapat meregang serta bisa mencegah lilitan terlalu kuat. Namun, dalam beberapa kasus, lilitan tali pusar bisa terlalu kencang sehingga dapat membahayakan kondisi bayi Anda.

Pasalnya, lilitan yang terlalu kencang dapat menghambat aliran darah, oksigen, serta nutrisi ke janin. Kondisi ini tentu berisiko mengganggu tumbuh kembang janin selama ada di dalam kandungan.

Selain itu, kondisi yang berbahaya berisiko terjadi jika bayi mengalami tiga lilitan tali pusar. Studi pada tahun 2018 menemukan fakta bahwa bayi yang mengalami tiga lilitan tali pusar berisiko mengalami kematian di dalam kandungan (intrauterine fetal death/IUFD) atau perkembangan janin yang terbatas.

Lantas, apakah bayi yang terlilit tali pusar di dalam kandungan ini bisa lahir normal?

Kebanyakan ibu hamil berpikir bahwa kondisi janin terlilit tali pusar, mau tidak mau harus lahir melalui operasi caesar. Harapan Anda untuk melahirkan normal pun mungkin pupus begitu saja.

Padahal, sebenarnya tidak selalu. Faktanya, bayi yang terlilit tali pusar masih bisa lahir secara normal. Sebab, selaput pelindung yang melapisi tali pusar seperti jeli sehingga membuat tali licin dan bisa dilepas.

Bila tali pusar melilit leher, dokter biasanya akan melonggarkan lilitan tersebut dan melepaskannya ke arah atas kepala bayi. Ini dokter lakukan setelah kepala bayi keluar dari jalan lahir, tetapi bahu dan seluruh tubuhnya masih berada di dalam.

Namun, jika tali pusar sulit dilepas, dokter mungkin akan menjepit dan memotong tali pusar sebelum bahu bayi keluar. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar tali pusar tidak terlepas dari plasenta saat seluruh tubuh bayi lahir. Biasanya, dokter mempertimbangkan tindakan ini jika hanya ada satu lilitan pada tubuh bayi.

Meski demikian, bayi yang terlilit tali pusar lebih dari satu juga bisa saja lahir secara normal bila kondisinya memungkinkan. Namun, bila tidak memungkinkan lahir normal, dokter mungkin akan menyarankan operasi caesar guna mencegah terjadinya komplikasi selama persalinan.

Sebab, pada beberapa kasus, lilitan yang terlalu ketat bisa melemahkan detak jantung bayi saat ibu mengalami kontraksi, bahkan hingga lahir mati.

Itu sebabnya, dokter menganjurkan kepada setiap ibu hamil untuk melakukan USG saat kehamilan dan menjelang persalinan guna memantau perkembangan bayi. Hal ini sekaligus menentukan metode persalinan yang tepat sesuai kondisi ibu dan bayinya.

Komplikasi dari bayi terlilit tali pusar jarang terjadi

Janin yang terlilit tali pusar merupakan masalah yang umum terjadi selama kehamilan. Jadi sebenarnya, Anda tidak perlu cemas bila bayi Anda mengalami hal tersebut.

Meski kerap terjadi, faktanya, komplikasi akibat terlilit tali pusar jarang terjadi. Lilitan tali pusar pun tidak membahayakan kesehatan bayi selama tertangani dengan baik.

Sekalipun bayi di dalam perut terlilit tali pusar, masih ada kemungkinan ia bisa lahir normal bila lilitan terlepas. Oleh karena itu, penting untuk rutin cek dan kontrol dengan dokter kandungan guna memantau kondisi bayi dan tubuh Anda, terutama mendekati hari kelahiran.

Dengan begitu, masalah yang muncul pada akhir masa kehamilan bisa teratasi secepat mungkin.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Comments
Loading...