Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kasihan, Anak di Grobogan Ini Derita Penyakit Langka

Kasihan, Anak di Grobogan Ini Derita Penyakit Langka
Zhafron (digendong) saat dijemput untuk mendapatkan perawatan di RSUP Kariadi Semarang. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Seorang anak di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menderita penyakit langka bernama Hirschsprung Megacolon. Penyakit itu adalah kondisi di mana usus besar mengalami gangguan hingga membuat tinja tidak bisa dikeluarkan.

Anak tersebut bernama Muhammad Zhafron Aqila, warga Desa Karanganyar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Bocah tiga tahun itu menderita penyakit itu sejak berusia 19 bulan.

”Kalau Megalocon sejak usia 19 bulan. Sejak lahir juga didiagnosa hidrosefalus. Tapi karena kepalanya tidak membesar, tidak ada tindakan apa-apa,” ujar ibu Zhafron, Mira Wijayanti, Sabtu (18/6/2022).

Baca: Petani Grobogan Didorong Kembali Tanam Kedelai

Tak hanya itu, anak kedua Mira juga diduga mengalami gangguan pendengaran dan terlambat bicara. Itu diketahui, lantaran bocah tiga tahun itu tidak merespon saat dipanggil.

“Makanya ini saya ke dua poli, poli bedah dan tumbuh kembang. Tapi ini mau mengobati perutnya dulu (Hirschsprung Megacolon, red),” tambahnya.

Untuk mengobati penyakit anaknya itu, Mira harus bolak-balik ke RS Kariadi Semarang. Kadang ia harus singgah di rumah sakit itu karena jadwal pemeriksaan si bocah malang itu berdekatan.

”Daripada bolak-balik Semarang-Purwodadi kan capek. Ini saya di rumah singgah milik RS Kariadi. Kalau berdekatan hari periksanya boleh di sini, nanti dijemput mobil dari RS,” paparnya.

Meski demikian, Mira bersyukur karena seluruh biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan. Bahkan, saat anaknya itu dirawat di incubator saat lahir.

Kebutuhan pokok dan lain-lain juga sudah dicukupi suaminya yang bekerja di Jakarta. Meski hanya bekerja sebagai kuli bangunan, Mira mengaku nafkah dari suaminya itu sudah cukup.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...