Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Petani Grobogan Didorong Kembali Tanam Kedelai

Petani Grobogan Didorong Kembali Tanam Kedelai
Pertanian kedelai di Kecamatan Ngaringan, beberapa waktu lalu. (Murianews/Dok. Dinas Pertanian Grobogan)

MURIANEWS, Grobogan – Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah terus mendorong petani untuk kembali menanam kedelai. Sebab kini harga jual kedelai sudah tinggi.

”Kami terus mendorong agar petani bersedia menanam kedelai lagi. Harganya kan ini bagus,” kata Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian Grobogan Christina, Sabtu (18/6/2022).

Christina mengatakan, para petani perlahan-lahan sudah mulai kembali bersedia menanam kedelai lagi. Salah satu buktinya, yakni naiknya produksi kedelai 2020 ke 2021. Di mana kenaikannya dari sekitar 10 ribu ton, menjadi 25 ribu ton.

Baca: Takut Rugi, Petani Grobogan Ogah Tanam Kedelai Lagi Meski Harga Tinggi

”Sudah mulai kembali menanam kedelai lagi, ini terus kita dorong agar semakin banyak lagi,” tambahnya.

Menurut Christina, para 2018 lalu memang harga kedelai sempat jatuh. Saat itu, harga kedelai berkisar di angka Rp 6 ribu-Rp 7 ribu per kilogramnya. Momen itu yang bikin petani khawatir.

Saat ini, harga kedelai sudah merangkak jadi Rp 10 ribu-Rp 12 ribu per kilogramnya. Ia pun berharap petani Grobogan mau balik lagi menanam kedelai. Lebih lagi, Grobogan merupakan sentra kedelai nasional.

Untuk menarik minta petani, Dinas Pertanian Grobogan mengembangkan sistem penanaman kedelai yang menguntungkan.

Namanya sistem pethuk. Di mana, sistem ini dilakukan dengan menanam benih baru disela tanaman yang mendekati panen.

”Ini terus kita genjot untuk mengembangkan sistem pethuk, jadi setahun bisa panen empat kali,” kata dia.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...