Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Banjir Rob Kembali Rendam Ratusan Rumah di Pesisir Pati

Banjir Rob Kembali Genangi Ratusan Rumah di Pesisir Pati
Banjir rob menerjang pemukiman di pesisir Kabupaten Pati. (Murianews/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Banjir rob kembali menggenangi kawasan pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ratusan rumah warga di sana terendam sejak Kamis (16/6/2022).

Kalakhar BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya mengatakan ratusan rumah warga yang terdampak rob tersebar di beberapa desa, yakni, Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti, Tunggulsari (Tayu), Margomulyo (Tayu) dan Sambiroto (Tayu).

”Kalau rumah yang terdampak, berdasarkan data yang masuk ke kami sekitar 200 rumah. Itu bisa berkembang. Karena (data) Margomulyo dan Sambiroto belum semuanya masuk,” ujar Martinus saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Pati, Sabtu (18/6/2022).

Baca: Rob Bikin Petani Tambak Pati Rugi Rp 28 Miliar

Peristiwa serupa terjadi Mei 2022 lalu. Saat itu, lebih dari 2 ribu hektare tambak ikan dan ratusan rumah warga di pesisir Pati juga terendam.

”Yang terkena dampak (rob kali ini) sebagain besar tambak. Tetapi kalau masuk pemukiman ada empat desa itu,” kata dia.

Kedalaman rob pun bervariasi, yakni sekitar 15 cm sampai 30 cm. Rob datatang mulai pukul 11.00 WIB sampai 14.00 WIB. Setelah itu, kembali surut. Peristiwa itu akibat fenomena alam, yakni jarak Bulan dengan Bumi mendekat.

”Penyebab lain karena adanya penurunan permukaan tanah. Artinya karena beban di atasnya atau penggunaan air tanah. Permukaan tanah pelan-pelan pasti turun,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, dampak banjir rob ini semakin besar lantaran tanaman bakau dan mangrove untuk penahanan gelombang semakin berkurang.

”Populasinya semakin berkurang di pantai utara. Tetapi ini siklus ada yang bilang siklus 51 tahun sekali jarak Bulan dan Bumi itu mencapai yang paling dekat,” tandas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...